Yuk Rawat Hewan Imut Bersama Komunitas Pecinta Sugar Glider Cirebon

126

Cirebon, Demosmagz.com – Bagi sobat demagz yang menyukai hewan sugar glider atau bahkan belum mengetahuinya, sobat bisa datang saat car free day di Siliwangi, Cirebon. Disana, di tiap Minggunya hadir Komunitas Pecinta Sugar Glider Cirebon (KPSGC), biasanya komunitas tersebut melakukan sosialisasi seputar hewan sugar glider. Mulai dari apa itu sugar glider dan cara perawatannya. Selain itu, sobat pun bisa melihat langsung kelincahan hewan mungil asal Papua tersebut.

Sugar glider banyak dikenal dengan hewan peliharaan saku, karena ukurannya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana. Sugar Glider banyak diminati, karena tingkahnya yang lucu dan menggemaskan.

“Saya memelihara sugar glider dari mei 2015, karena udah cinta dan hobi ya seneng aja, mudah dibawa kemana-mana, kadang di bawa ke mall. Terus mudah dalam perawatannya. Selain itu, sebagai wujud melestarikan hewan asal Indonesia dengan mengembangbiakkannya juga.” Ujar Farhan, ketua KPSGC saat ditemui di CFD Siliwangi Cirebon.

Nama sugar glider diperoleh dari kebiasaannya, yaitu sugar yang berarti gula, karena hewan mungil ini senang memakan yang manis-manis. Kemudian glider yang berarti pesawat tanpa mesin yang ringan. Jika diartikan sugar glider merupakan hewan penyuka manis dan suka terbang melayang.

“Cara ngasih makannya gampang, sehari 3 kali saya beri makan bubur bayi sebanyak 2 sendok teh, tapi untuk malam hari lebih banyak porsinya karena hewan yang aktif di malam hari. Bisa juga memakan serangga kecuali semut dan bisa juga memakan makanan khusus hewan.” Katanya pekan lalu, 26 Maret 2017.

Perawatannya pun mudah, menurut Farhan, setiap hari kandang harus dibersihkan, ditempatkan disuhu yang normal karena tidak boleh terlalu kedinginan dan kepanasan. Dimandikan dengan hati-hati agar tidak mengenai telinga, biasanya menggunakan sampo bayi.

Hewan ini tergolong hewan yang manja, bahkan bisa menjadi hewan yang penurut jika kita merawat dan memperlakukannya dengan baik, katanya, sugar glider akan hafal dengan bau pemiliknya.  Biasanya jika sudah nurut, ia akan menempel terus dengan pemiliknya bahkan jika di tinggal ke sembarang tempat akan kembali dan mencari sang pemiliknya. Hewan ini termasuk dalam hewan yang hidup berkoloni, maka sebaiknya memelihara lebih dari satu ekor. Dari bentuk fisiknya sekilas mirip dengan tupai terbang, namun sugar glider dan tupai terbang berasal dari subclass dan ordo yang berbeda.

“Banyak yang bilang mirip tupai terbang padahal beda, nah salah satu kegiatan komunitas kami melakukan sosialisasi tersebut kepada masyarakat. Kami welcome kepada siapa saja yang mau sekedar tanya-tanya dan lainnya disini.” Ujarnya.

Komunitas yang dibentuk di Cirebon sejak 17 September 2015 ini diikuti oleh sekitar 15 orang dan merupakan komunitas lokal dan awalnya menginduk dari komunitas di Jakarta. Anggotanya berasal dari kota Cirebon, kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Brebes. Rata-rata anggota memiliki hewan sugar glider 2 bahkan ada yang sampai 20 ekor. Jenis yang dipelihara pun bermacam-macam yaitu classic grey, albino, white face, white tip, dan mosaic.

Dari beberapa kali mejeng saat CFD di Siliwangi, ada cukup banyak masyarakat yang tertarik memelihara atau mengadopsi hewan sugar glider. Namun KPSGC tidak melepas begitu saja, biasanya pemilik sugar glider yang baru akan diberi pembinaan sampai bisa merawatnya dengan baik.(Ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY