Kemeriahan Wayang Golek Cepak Tutup Pegelaran Seni Keraton Kacirebonan

477

Cirebon, Demosmagz.com – Kemeriahan Wayang golek cepak berhasil menjadi penutup pagelaran budaya memayu agunge insun yang dilaksanakan oleh keraton kecirebonan sebagai bentuk kewajiban syiar islam sultan kacirebonan terhadap masyarakat pada rabu malam (10/8).

Demosmagz berkesempatan mewawancarai salah satu tokoh dan panitia pagelaran Bapak Opan mengenai pagelaran budaya ini. “ memayu agunge insun itu salah satu syiar islam jika dalam bahasa islam itu rohmatan lil alamin yang artinya menjaga kedamaian dunia” tuturnya kepada demosmgaz.

Beliau menjelaskan  bahwa acara pagelaran ini dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 10 agustus 2016. Pagelaran Dimulai dengan prosesi glondong pangarem ngarem yaitu tradisi sesembahan atur bekti masyarakat, dan pemangku budaya serta seni cirebon kepada sultan yang memiliki arti proses masyarakat memberikan hasil bumi kepada sultan cirebon dimana hasil bumi tersebut digunakan sultan untuk syiar islam kepada masyarakat, contohnya dengan menggelar pagelaran wayang cepak yang berisi tetang babad cirebon. Kemudian pagelaran dilanjut dengan gelar gamelan renteng, degung dan orasi budaya mama erik beserta nayaga sanggar sinar surya amerika, selanjutnya prosesi penanaman pohon mangga gedong gincu di depan pintu ijo slamet tangkep keraton kecirebonan oleh sultan.

Ketiga prosesi tersebut dilaksanakan pada pagi hingga siang hari, sebagai penutup pagelaran pada malam hari digelar pertunjukan wayang golek cepak dengan lakon palagan sayembara nyimas gandasari yang dipimpin oleh ki dalang warsad golek papak jaka baru dari desa gadingan indramayu.

Acara penutupan pun berlangsung meriah, wayang golek cepak yang menceritakan tentang babad Cirebon masih memiliki penggemar dari berbagai kalangan hal tersebut terlihat dari cukup ramainya penonton yang hadir diacara tersebut.(rangga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY