Upaya Pelestarian Bahasa Cirebon Masih Tersendat Anggaran

430
Balai kota Cirebon

Cirebon, demosmagz.com – Bahasa Cirebon memiliki keunikan tersendiri dan menjadi identitas budaya Cirebon. Sayangnya keunikan bahasa Cirebon mulai berkurang eksistensinya, terutama jenis babasan (halus). Eksistensi bahasa Cirebon menjadi tanggung jawab banyak pihak dalam upaya melestarikannya. Dinas pemuda olahraga kebudayaan dan pariwisata sebagai salah satu intansi yang memayungi kebudayaan pun angkat bicara mengenai kondisi tersebut.

Dalam penjelasannya Dede Wahidin salah satu pejabat bidang kesenian di dinas tersebut mengatakan kepada demosmagz, upaya pelestarian bahasa Cirebon sedikit tersendat untuk saat ini, dikarenakan kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat sampai daerah mempengaruhi pelaksanaan  kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pelastarian bahasa Cirebon.

“Sebelum ada pemangkasan anggaran kita sering melakukan program dan kegiatan untuk meningkatkan eksistensi basa Cirebon, seperti lomba jogregan, lomba puisi basa Cirebon tingkat sekolah sampai pemilihan jaka-rara”, tuturnya kepada demosmagz.com. beliau pun menjelaskan sejak saat pemerintahan dibawah Subardi ditetapkan hari jumat sebagai hari basa Cirebon, namun program tersebut tidak berjalan optimal.

“Posisi kota Cirebon adalah kota bilingual, bahasa ibu nya ada dua, basa Cirebon dan basa Sunda jadi untuk membiasakan pakai bahasa Cirebon saja agak sulit”, terkadang  warga keraton juga memakai dua bahasa daerah, basa Cirebon dan bahasa Sunda”. Upaya kita yang masih berjalan untuk saat ini adanya kamus basa Cirebon di website dinas kita”. Tutur beliau menutup perbincangan.

Upaya yang telah dilakukan untuk pelestarian bahasa Cirebon seperti lomba jogregan sebenarnya sangat menarik untuk diadakan secara berlanjut. Istilah jogregan, berasal dari kosa kata bahasa Cirebon yang artinya guyonan atau kelakar. Dalam budaya Cirebonan, jogregan itu sudah semacam tradisi dimasyarakat sehari hari, jika dikontekskan kedalam sebuah lomba jogregan bisa dikatakan stand up comedinya orang Cirebon. Proses pelestarian bahasa Cirebon sebagai identitas budaya menjadi kewajiban semua elemen bukan hanya pemerintah, kegiatan-kegiatan seperti lomba jogregan, lomba puisi basa Cirebon dan jaka rara, seharunya tidak terhenti karena tidak adanya anggaran di pemerintah. Karena jika kegiatan-kegiatan tersebut dikemas dengan konsep hiburan kekinian bisa saja menjadi salah satu magnet para wisatawan. (Rangga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY