Unsur Kekerasan Dalam Pola Asuh Dapat Berdampak Buruk Pada Anak

138

Demosmagz.com – Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya tumbuh jadi anak yang hebat. Sebenarnya setiap anak yang dilahirkan pastilah hebat. Namun, perkembangan kecerdasannya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan pola asuh yang ia terima dari lingkungannya, terutama orangtua. Tahu Kah bahwa pola asuh dengan kekerasan bisa berdampak buruk bagi kembang anak?

Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, mengatakan dampak paling terlihat adalah anak memiliki pemahaman tentang radikalisme. Menurut dia, radikalisme dibangun atas dasar kekerasan. “Artinya dia hidup merasakan, tinggal bersama-sama dengan situasi serba keras itu” kata Arist kepada Kompas Lifestyle di Jakarta Pusat, Rabu (10/5).

Anak perlahan menginternalisasi kekerasan dalam pikiran dan memunculkan sikap radikal. Sehingga lama kelamaan ia menganggap kekerasan adalah cara menyelesaikan persoalan. Situasi itu kerap disebut sebagai pendidikan kekerasan. “Artinya, kekerasan itu menjadi inspirasi, sehingga dia menyelesaikan masalah dengan kekerasan,” kata Arist.

Arist memastikan cara menanam nilai kebaikan dengan kekerasan adalah sikap salah meski maksudnya baik. Pendidikan semacam itu akan berdampak negatif. “Jadi (anak akan beranggapan) dengan menghakimi orang itu selesaikan masalah,”

Setiap orangtua selalu menginginkan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Yang tak hanya cerdas secara kognitif (IQ) saja, namun kecerdasan emosionalnya (IQ) nya juga berkembang optimal. Apa saja pola asuh anak yang bisa Ibu dan Ayah terapkan?

  1. Pentingnya pujian

Selalu berikan pujian atas setiap usaha pembelajaran yang si Kecil lakukan. Karena dengan ini si Kecil akan merasa harga dirinya meningkat dan ia pun akan jadi lebih percaya diri untuk mencoba hal baru lainnya.

  1. Jauhkan dari trauma fisik dan psikis

Perkembangan psikis, mental dan kecerdasan anak rentan terhadap trauma seperti ucapan keras atau tindakan menyakitkan. Untuk itu, hindari memarahi anak dengan keras ya Bu.

  1. Penuhi kasih sayang

Ciptakan suasana yang mendukung dengan memberikan kasih sayang, cinta dan kehangatan. Karena hal ini bisa mengembangkan sel-sel saraf dan kecerdasan emosional si Kecil.

  1. Tidak membandingkan

Saat orang tua membandingkan si Kecil dengan anak lain, perkembangan kecerdasannya akan menjadi terhambat. Ingat bahwa setiap anak pasti memiliki kelebihan dari anak lain dan sebaiknya lebih fokus pada kelebihannya.

  1. Tidak bersikap otoriter

Karena si Kecil bisa takut bahkan frustasi. Sebagai orangtua hendaknya menjadi fasilitator yang bisa mengembangkan setiap bakat si Kecil yang terlihat.

  1. Beri si Kecil tanggung jawab

Ajarkan sikap tanggung jawab meski ia masih balita untuk mengajarkan sikap peduli yang merupakan tanda anak hebat di masa depan. Minta ia melakukan hal sederhana seperti membantu tugas rumah, meletakkan sepatu atau piring kotor di tempatnya dan sebagainya.

  1. Memenuhi kebutuhan gizi si Kecil

Berdasar penelitian, makanan merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kecerdasan anak. Disebutkan bahwa anak yang kurang gizi saat balita bisa menyebabkan penurunan jumlah sel otak 15-20%.

  1. Menciptakan lingkungan positif

Karena hal ini bisa memberikan pengaruh terhadap kepribadian dan perilaku si Kecil untuk mengembangkan kecerdasannya,

  1. Melatih si Kecil berkomunikasi dengan baik.

Tujuannya agar si Kecil bisa belajar dan berani menuangkan ide serta gagasannya dalam bentuk kata-kata sehingga ia jadi anak yang lebih percaya diri saat berada di depan umum.

  1. Melatih kecerdasan perilaku dan kemampuan bersosialisasi

Hal ini penting agar si Kecil belajar berperilaku baik dan sopan serta mau menghargai dan menghormati orang lain. Anak pun jadi pribadi yang menyenangkan bagi orang di sekitarnya. Sama hal nya ketika ia mampu bergaul dengan baik bersama temannya, hal ini bisa melatih kemampuannya berinteraksi dan mendukung keberhasilannya di masa depan.

Dengan menerapkan pola asuh yang tepat sejak dini pada si Kecil, dan menghindari pola asuh dengan kekerasan artimya Ibu dan Ayah telah ikut mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil agar tumbuh menjadi anak yang hebat. Di kutip dari berbagai sumber. (Kahar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY