Unik! Mahasiswa ITS ini Sulap Cangkang Kerang Jadi Batako

159

Demosmagz.com – Benarkah tanah Indonesia menyempit? Dengan banyak dibangunnya rumah atau bangunan lainnya menjadikan permintaan paving block meningkat sehingga kebutuhan akan semen semakin banyak. Keadaan tersebut justru menjadikan ide dalam pembuatan batako ramah lingkungan dengan memanfaatkan cangkang kerang.

Ide tersebut terfikirkan dan terealisasikan oleh Tiga mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Norma Syahnasa Diah Islami (21), Olga Putri Sholica (19) dan Ericza Damaranda Sugita (21). Buah pemikiran mereka meraih suatu prestasi, Batako kerang buatan mereka meraih nilai tertinggi dalam kompetisi di Singapura.

“Kami juara pertama, poin tertinggi. Tapi ajang ini punya standar hadiah berdasarkan poin. Kami dapat hadiah 4.000 dolar AS setara Rp 40 juta. Kalau poin kami lebih tinggi kami bisa dapat hadiah lebih besar,” tutur Olga Putri Sholica dikutip dari antaranews.

Mereka menyusun abstrak pada bulan Maret 2016 dan lolos untuk dilanjutkan pembuatan proposal dan video. Pada Oktober 2016, mereka lolos final presentasi di Singapura.

Beberapa hal yang melatarbelakangi ide tersebut diantaranya meningkatnya permintaan akan paving block yang menjadikan permintaan semen lebih banyak, dari situlah mereka cari alternatif bahan yaitu cangkang kerang. Selama ini, pemanfaatan kerang masih terbatas pada penggunaan hiasan. Padahal menurut Norma, kandungan logam berat dalam cangkang kerang bersifat menyerupai batu kapur atau gamping. “Yaitu mengandung CaO yang kuat sampai 67,09 persen,” ujarnya.

Selain itu, cukup menyayangkan ketika cangkang kerang dijadikan bahan campuran pakan ternak karena kandungan pada kerang tidak baik jika tertimbun di ternak.

Alternatif bahan yaitu cangkang kerang dirasa cocok oleh mereka, mahasiswa Jurusan Transportasi Laut. Merekapun membuat alat sendiri, terdiri dari tiga alat. Pertama Hammer mill sebagai penggiling cangkang kerang sampai halus. Kemudian disalurkan dengan conveyor menuju mixer machine.

“Kami membuat prototype mesin pembuat batako ini dengan nama Shredder and Processing Waste Seassheells (Seprows). Jadi mesinnya terhubung dengan penggiling kerang untuk dijadikan bubuk menyerupai pasir,” ucap Olga.

Alat tersebut disinyalir lebih efektif dan hasil batako kekuatannya bisa lebih kuat karena teksturnya lebih halus. Mereka menggunakan 5% bubuk cangkang kerang untuk setiap batako yang berbahan utama semen, pasir, kerikil, dan air.

“Kalau sudah ke brick molding buat jadi batako, alat ini lebih efektif dari pada membuat batako manual, kekuatannya juga lebih kuat 5% dari batako biasa. Selain itu juga lebih hemat semen dengan batako lainnya,” katanya.(Ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY