Tepatkah Jika Harga Rokok Dinaikan?

384

Demosmagz.com – Belum lama ini isu harga sebungkus rokok akan dibandrol naik dengan nominal harga yang cukup tinggi. Tidak tangung-tanggung harga sebungkus rokok yang semula belasan ribu akan dikatrol menjadi 50 ribu rupiah! Hal ini jelas mengundang pro dan kontra dari banyak pihak. apalagi kenaikan harga rokok rencananya akan realisasikan pada bulan September mendatang.

Ketua DPR RI Ade komarudin menunjukan sinyal menyetujui kenaikan harga rokok ini. menurutnya ketika harga rokok dinaikan menjadi 50 ribu perbungkus akan berdampak pada membaiknya APBN negara yang akan meningkat seiring dengan naikya pajak rokok.

“Kalau naik harganya, pasti akan bertambah kita punya pendapatan negara. Berarti penerimaan negara dari setkor itu akan diprediksi meningkat dan akan menolong APBN kita supaya lebih sehat di masa yang akan datang” kata politisi Golkar itu

Lebih lanjut Ketua DPR yang menggantikan Setya Novanto itupun beranggapan bahwa petani tembakau tidak perlu risau. Ade menyebut wacana ini tidak akan mengganggu regulasi petani tambakau.

“Mereka (petani) dapat seperti sedia kala bekerja di sektornya sesuai dengan profesi yang dipilihnya selama ini” tambah Ade

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan juga menyambut baik wacana kenaikan harga rokok tersebut. Justru pria yang akrab disebur Kang Aher itu menyebut Indonesia terlambat menaikan harga rokok. Aher juga beranggapan bahwa memang didalam rokok banyak zat.

“Indonesia agak terlambat meninggikan pajak (rokok). Singapura lebih dulu.. Hidup normal berpikir sehat, pasti menghindari perilaku konsumsi yang berbahaya bagi kita. Kalau kita tahu di dalam rokok itu ada bahan berbahaya, mengapa dikonsumsi?”

Pandangan terbalik datang dari Gubernur Jawa Timur, Sukarwo beranggapan bahwa menaikan harga rokok sama dengan menistakan para petani dan buruh rokok. Dia menilai jika pendapatan pabrik berkurang karena harga rokok naik maka akan banyak buruh dari pabrik rokok yang di PHK.

“Jika pendapatan pabrik rokok berkurang, maka pengusaha pasti akan mengurangi jumlah buruh. Lebih baik pabriknya yang dittutup. Pabrik rokok  di luar negeri juga harus ditutup” kata pria yang sering dipanggil pakde karwo itu.(wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY