Telat Bayar Iuran, Keanggotaan BPJS Kesehatan Bisa di Cabut

384
JIBI/Bisnis/Abdullah Azzam TINGKATKAN PELAYANAN Karyawan beraktivitas di kantor Bafan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (3/2). Kementrian Kesehatan menganggarkan Rp 1,2 Trilliun untuk mengubah status 168 rumah sakit daerah menjadi rumah sakit regional pada tahun ini untuk meningkatkan layanan Kesehatan oleh BPJS.


Cirebon, demosmagz.com – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan baru saja mengeluarkan peraturan baru terkait para peserta BPJS yang terlambat membayarkan iuran kepesertaan. Nantinya para pemilik kartu BPJS yang terlambat membayarkan iuran akan dihentikan sementara kepesertaan BPJS.

Adanya aturan ini diberlakukan untuk meningkatkan kesadaran para anggota BPJS kesehatan agar mengerti betapa pentingnya membayar iuran tepat waktu.  Aturan ini berlaku berdasarkan peraturan presiden (Perpres) nomor 19 tahun 2016 tentang jaminan kesehatan yang telah di terbitkan beberapa bulan lalu.

Peraturan anyar tersebut ada dan berlaku untuk para peserta bukan penerima upah (PBPU) dan Pekerja Penerima Upah.  Jika diaturan sebelumnya bagi para anggota BPJS Kesehatan telat membayar iuran akan deikenakan denda dua persen dari tunggakan dan memiliki batas toleransi menunggak selama tiga bulan, di aturan baru ini layanan langsung dinonaktifkan sementara dan dapat baru aktif kembali apabila anggota BPJS kesehatan membayar iuran yang menunggak.

Setelah membayar barulah para anggota BPJS kesehatan dapat menikmati jaminan kesehatan yang sudah di difasilitasi oleh BPJS yang sesuai dengan tingkat fasilitas kesehatan yang dimiliki anggota. (wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY