Tahun Ajaran 2017/2018, Siswa Belajar 8 Jam Sehari di Sekolah

416

Demosmagz.com – Benarkah sejauh ini, guru disibukkan dengan mengejar-ngejar pemenuhan tatap muka untuk memenuhi 24 jam, sampai-sampai mengajar ke sekolah lain? Begitulah ujar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, Sumarna Surapranata dalam menyikapi aturan baru yang dikeluarkan Kemendikbud pada tahun ajaran 2017/2018 ini.

Aturan tersebut berupa kewajiban guru berada di sekolah 40 jam dalam seminggu. Atau selama 8 jam perhari, seperti yang tertulis di dalam Pasal 35 ayat (1) UU Nomor 14 tentang Guru dan Dosen.Di pasal itu disebut ada lima tentang tugas guru, yaitu merencanakan, melaksanakan (mengajar), menilai, membimbing, dan tugas tambahan lainnya. Sementara pada ayat (2) disebutkan bahwa beban kerja tersebut adalah 24 jam minimal dan maksimal 40 jam tatap muka.

Kemendikbud juga akan membuat kebijakan bahwa lima kegiatan utama sebagaimana dalam pada ayat (1) tersebut semuanya dilaksanakan di sekolah selama delapan jam per hari atau 40 jam perminggu.

“Jadi, jika jam masuk sekolah guru mulai pukul 07.00, pulangnya pukul 15.00 WIB,” ujar Sumarna Suraprana di kutip dari Koran-Jakarta. “Jangan lagi guru membawa pekerjaan sekolah ke rumah,” tegasnya.

Selain itu, menurutnya, guru tidak perlu lagi kemana-mana untuk mengejar 24 jam, tetapi cukup di sekolahnya saja. Pola ini juga cocok untuk pelaksanaan revolusi mental sebagaimana nawacita presiden bahwa untuk siswa SD porsi pendidikan karakter 70 persen dan ilmu pengetahuan 30 persen dan bagi siswa SMP, pendidikan karakter porsinya 60 persen dan ilmu pengetahuan 40 persen.

Kebijakan tersebut mewajibkan PNS yang dapat tunjangan profesi dan guru yayasan/swasta yang sudah dapat tunjangan profesi. Diberlakukan juga untuk guru-guru di pedalaman, sementara itu guru tidak tetap (GTT) tidak diwajibkan. Dalam sepekan, 8 jam tersebut berlaku pada hari senin sampai jumat, sedangkan sabtu dan minggu diliburkan.

“Untuk program P3K (Program Penguatan Pendidikan Karakter) itu, mulai tahun ajaran 2017-2018 akan ada perubahan-perubahan pengorganisasian pembelajaran. Antara lain guru wajib berada di sekolah 8 jam, tidak boleh kurang. Hari sekolahnya lima hari seminggu. Sabtu dan Minggu akan kami liburkan untuk hari keluarga dan hari wisata keluarga,” Ucap Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dilansir dari Pikiran-Rakyat.

Menurut Muhadjir, kebijakan tersebut sudah pasti diterapkan mulai tahun ajaran baru 2017/2018, dan peraturan-peraturan pendukungnya pun kini sudah dipersiapkan. “Sudah ada Peraturan Menterinya, sudah ada Keputusan Presidennya, nanti tinggal melaksanakan,” katanya.

Penambahan jam belajar di sekolah SD dan SMP tersebut bukan berarti siswa di dalam kelas terus-menerus, melainkan bisa belajar di luar kelas. Bahkan jumlah mata pelajaran akan dikurangi.

“Jadi jumlah mata pelajaran dikurangi, tetapi jumlah kegiatannya semakin banyak,” Ujar Mendikbud dilansir dari Tirto.id.

Sebagai konsekuensi lainnya, metode ceramah harus dikurangi sebab hanya akan membuat pintar gurunya saja. Harapan Mendikbud bahwa guru harus kreatif dalam mengembangkan metode belajar dengan tujuan agar semangat dan motivasi belajar siswa berkembang. ia mencontohkan, kalau dalam sehari ada tiga pelajaran dengan masing-masing 45 menit, maka sisanya dimanfaatkan untuk kegiatan lain seperti membaca buku.

“Yang tahu persis adalah guru, bagaimana pendidikan karakter yang sekarang sudah mulai ditatar oleh tenaga-tenaga ahli,” katanya.

Lanjutnya, bila guru merasa memerlukan kegiatan di luar runag seperti mengunjungi museum, perpustakaan, pasar atau lainnya, maka bisa saja pelajaran tersebut ditangguhkan dan diberikan pada hari berikutnya. Ia pun meyakini jika guru dan kepala sekolahnya kreatif, maka siswa menjadi betah di sekolah selama delapan jam tersebut.

“Jadi, sekolah harus dibikin luwes, fleksibel, tidak boleh kaku, pelajaran juga tidak boleh terjadwal secara kaku karena yang terpenting sesuai dengan kebutuhan atau tujuan yang dicapai di dalam proses belajar mengajar itu,” ujarnya. (Ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY