Tahu gak sih ? Ini Dia Asal Mula Toga

242

toga
Demosmagz.com – Pernah melihat pakaian toga? Atau mungkin Anda pernah mengenakannya? Sebenarnya, jika dilihat dari bentuknya, toga memang tidak terlihat modis untuk di pakai. Namun, busana ini paling dinantikan untuk dipakai oleh sebagian orang yang sedang menempuh ilmu di bangku perkuliahan.

Pakaian toga adalah pakaian resmi yang dipakai dalam seremoni atau upacara wisuda, sewaktu kelulusan mahasiswa dari bangku kuliahnya. Tak hanya itu, di balik bentuknya yang aneh, toga juga mempunyai sejarah serta filsafat yang cukup panjang.

Toga dalam bahasa latin adalah “tego” yang berarti penutup. Meskipun biasanya dikaitkan dengan bangsa Romawi, toga sebenarnya berasal dari semacam jubah yang dikenakan oleh pribumi Italia, yakni bangsa Etruskan yang hidup di Italia sejak 1200 SM. Toga merupakan busana orang-orang Romawi, sehelai mantel wol tebal yang dikenakan setelah mengenakan cawat atau celemek. Toga diyakini sudah ada sejak era Numa Pompilius, Raja Roma yang kedua.

Proses yang telah menggeser toga dari kehidupan sehari-hari itu, juga telah mengangkat derajat toga menjadi pakaian seremonial, sebagaimana yang sering terjadi dalam dunia busana. Toga dapat pula dikenakan untuk menunjukkan jenjang-jenjang kekuasaan. Pada awal abad ke-2 SM, dan mungkin sekali bahkan sebelumnya, toga (beserta calceus) dipandang sebagai lambang Kewarganegaraan Romawi. Toga terlarang bagi orang asing, dan bahkan bagi orang-orang Romawi yang diasingkan.
topi toga

Tetapi seiring berjalannya waktu, pemakaian toga untuk busana sehari-hari perlahan mulai ditinggalkan. namun tidak bermakna toga hilang begitu saja. sebab sesudah itu bentuknya dimodifikasi menjadi sejenis jubah. Akhirnya modifikasi itu mengangkat derajat toga dari pakaian sehari-hari menjadi pakaian resmi seremonial yang mana diantaranya yakni seremonial wisuda.

Toga pula memempunyai arti filosofis yang kental, salah satunya yakni arti warna hitam pada toga. Ternyata pemilihan warna hitam gelap pada toga adalah simbolisasi yaitu misteri serta kegelapan telah berhasil dikalahkan sarjana waktu mereka menempuh pendidikan di bangku kuliahan, tak hanya itu sarjana pula diharapkan mampu menyibak kegelapan dengan ilmu pengetahuan yg selama ini didapat olehnya. warna hitam pula melambangkan keagungan, sebab itu, tak hanya sarjana ada hakim serta separuh pemuka agama pula memakai warna hitam pada jubahnya.

Filosofis dari bentuk persegi pada topi toga. sudut-sudut persegi pada topi toga menyimbolkan yaitu seorang sarjana dituntut untuk berpikir rasional serta memandang segala sesuatu hal dari beraneka sudut pandang.

Seremoni memindahkan kuncir tali toga yang semula berada dikiri menjadi kekanan ternyata berarti yaitu waktu masa kuliah lebih banyak otak kiri yang digunakan semasa kuliah, diharapkan sesudah lulus, sarjana tak sebatas memakai otak kiri (hardskills) semata, tetapi pula dapat menggunakan otak kanan yang berhubungan dengan aspek kreativitas, imajinasi, serta inovasi, dan aspek softskills lainnya. Harapannya orang yang telah lulus dalam perkuliahan dan mengenakan toga, bisa lebih memanusiakan manusia dan kejujuran adalah sebuah prinsip. Tulisan ini di himpun dari berbagai sumber. (kahar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY