Simfoni Kopi Indonesia Dorong Petani Tingkatkan Kualitas Kopi Lokal

497

Cirebon, demosmagz.com – Kopi merupakan kekayaan alam di negeri ini yang sudah dikenal selama 300 tahun tumbuh ditanah jawa hingga menyebar bagian nusantara lainnya. Sebagai salah satu tanaman penting perkebunan di Indonesia juga menjadi sumber pendapatan bagi jutaan petani dan keluarganya. Namun sebagian besar pendapatan petani kopi masih rendah sehingga dalam pengelolaan kebun hingga panen dan pasca panen cenderung dilakukan dengan kurang serius.

Dalam perkembangan beberapa tahun kebelakang padahal Kopi sedang mengalami peningkatan pasar yang signifikan. Namun, Informasi mengenai harga, perkembangan minat pasar dalam hal kualitas dan cita rasa kopi belum menyentuh ditingkatan petani sebagai produsen utama. Maka harus tercipta sebuah sinergi yang baik dari petani, pedagang dan penikmat kopi untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Simfoni Kopi Indonesia adalah kegiatan kolektif sebagai usaha agar dapat tercipta sebuah sinergi yang baik antara petani, pedagang dan penikmat kopi lokal di tanah air ini merupakan kegiatan yang mengangkat kopi lokal secara bersama-sama. Diharapkan lewat kegiatan ini akan terjadi peningkatan kualitas kopi sehingga dapat pula mengangkat derajat hidup petani, pedagang dan penikmat kopi wilayah  III Cirebon khususnya dan Indonesia umumnya.

Simfoni Kopi Indonesia diadakan pada 22-24 September 2016 yang menyatu dalam rangkaian acara Seren Taun di Paseban Tri Panca Tunggal ini juga sebagai media publikasi daerah penghasil Kopi Arabika Dan Robusta di wilayah III Cirebon dan ajang silaturahmi antar petani, pedagang dan penikmat kopi yang dirangkum dalam kegiatan Sharing Session antara petani lokal, pedagang kopi, pengamat kopi, dan dinas terkait tentang kendala,tantangan, dan peluang kopi khas Wilayah III Cirebon, Penyuluhan peningkatan kualitas biji kopi dari pegiat kopi profesional, Pengujian kualitas biji kopi khas Wilayah III Cirebon, Bazar Kopi, Tradisi ritual pemberian doa benih kopi oleh para pemuka lintas agama.(Rangga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY