Setelah Harga Listrik, Hari Ini Harga BBM dan Besok Harga Urus STNK Naik

408


Cirebon,Demosmagz.com Hari ini pemerintah resmi menaikan kembali harga beberapa jenis bahan bakar minyak Pertamax, Pertalite dan dexlite. Masing-masing bahan bakar tersebut naik RP 300 per liter. Kenaikan itu mulai berlaku pada kamis 00.00 dinihari.  Kenaikan ini berdasarkan penyesuian kenaikan harga minyak mentah dunia.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Wianda Pusponegoro. Mengatakan bahwa keniakan pertalite, dexlite dan pertamax ini berlaku untuk semua wilayah di seluruh Indonesia

“Penetapan harga BBM Umum jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina yang peninjauannya dilakukan secara berkala,” ujar Wianda di Jakarta

Semetara itu pada 6 Januari besok Kepolisian Negara Republik Indonesia juga akan menaikan tarif pembuatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) da Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Keputusan itu berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2016 tentang tentang Jenis dan Tarif atau Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Didalam peraturan baru itu, terdapat penambahan tarif pengurusan seperti pengesahan STNK, penerbitan nomor registrasi kendaraan bermotor pilihan sampai surat izin serta STNK lintas batas Negara. Tidak tanggung-tanggung kenaikan biaya surat kepengurusan itu mencapai 100%

Itu artinya jika biasanya sobat demagz membayar penerbitan STNK kendaraan roda dua senilai 50 ribu rupiah kini biaya yang harus dibayarkan mencapai 100 ribu rupiah. Sementara roda empat yang sebelumnya 75 ribu kini melesat jadi 200 ribu rupiah. Untuk BPKB  roda dua yang semula biayanya 80 ribu kini menjadi 225 ribu rupiah dan untuk roda empat yang sebelumnya 100 ribu kini melonjak menjadi 375 ribu rupiah.

Belum sampai disitu, pemerintah juga diawal tahun telah memberlakukan kenaikan tarif listrik secara bertahap bagi rumah tangga golongan mampu dengan daya 900 VA yang mulai di terapkan pada 1 Januari lalu. Pelanggan rumah tangga mampu 900VA akan dikenakan tari keekonomian non subsidi secara bertahap yang rencananya dilakukan setiap dua bulan sekali

Akan tetapi ada 12 golongan nonsubsidi yang mengalami penurunan. 12 golongan tersebut adalah rumah tangga TR daya 1.300 VA, rumah tangga TR 2.200 VA, rumah tangga TR 3.500-5500 VA, rumah tangga TR 6.600 VA ke atas. Lalu golongan bisnis TR daya 6.600-200 kVA, bisnis TR di atas 200 kVA, kantor pemerintah TR 6.600-200 kVA, industri TM di atas 200 kVA, industri TT 30 MVA ke atas, kantor pemerintah TM di atas 200 kVA, penerangan jalan umum TR, dan layanan khusus yang masing-masing turun 6 rupiah per kWh.

(Dari berbagai sumber)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY