Sejarah Proklamasi Pertama Kemerdekaan Indonesia di Cirebon

3201


Demosmagz.com – Proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta 71 tahun lalu, lebih tepatnya pada Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta Pusat adalah momen penting bagi Rakyat Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan, dengan mengartikan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dari segala penjajahan.

Namun tahukah sobat? Banyak sumber yang tim Demosmagz.com himpun, bahwa pembacaan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus tersebut bukanlah proklamasi kemerdekaan yang pertama? Jika sobat Demagz menyadari saat melewati perempatan lampu merah jalan Siliwangi dekat alun-alun Kota Cirebon, ada tugu berwana putih berdiri tegak  dengan ujung lancip menyerupai pensil itu merupakan monumen bersejarah di kota ini untuk Bangsa Indonesia.

Tugu ini menjadi monumen bersejarah sebab pada tanggal 15 Agustus 1945 sekitar 150 orang berkumpul di tempat ini untuk mendengarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Dr. Soedarsono, Kepala RSU Kesambi (RSUD Gunung jati) pada 1945 dan juga salah satu kader gerakan bawah tanah pimpinan Sutan Sjahrir di Kota Cirebon.

Momen bersejarah tersebut tak banyak yang mengetahuinya bahkan mungkin warga Cirebon sendiri, “Hanya para sesepuh yang mengingat itu sebagai tugu peringatan proklamasi 15 Agustus”. Tutur Mondi Suherman, warga Cirebon yang masih memiliki keturunan  dari pak Sukanda salah satu pejuang yang hadir langsung pada saat proklamasi dibacakan.

Salah satu sejarawan Cirebon Mustaqim Asteja pun menuturkan, “Tugu proklamasi ini tidak hanya sebagai tanda pernah diproklamasikannya kemerdekaan Indonesia, namun juga sebagai peringatan bahwa warga Cirebon pada saat itu ikut dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia”.

Berita kekalahan Jepang berhembus sejak 9 Agustus 1945 itu, didengar oleh Sutan Sjahrir yang sedang memantau pergerakan tentara Jepang. “Sjahrir dan pejuang bawah tanah ingin memproklamasikan kemerdekaan RI secepatnya agar kemerdekaan Indonesia bukan dikira pemberian hadiah dari Jepang, diantaranya kan Sutan Sjahrir itu adalah seorang tokoh Sosialis dan Cirebon ini adalah basisnya Sosialis pada waktu itu, jadi Sutan Sjahrir ini mempunyai beberapa kader di Cirebon ya di antaranya Dr. Soedarsono itu”, lanjutnya pada saat diwawancarai Demosmagz.com.

Namun bukti naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang dibacakan pertama kali di Cirebon oleh Dr. Soedarsono ini tidak tersimpan dan belum ditemukan. “Kami tidak memiliki arsip naskah bersejarah itu, hanya ada beberapa tulisan dari media massa. Maka dari itu kami membuat tim, untuk penelusaran tentang 15 Agustus tersebut”, Kata Wawan, sebagai arsiparis di Bapusipda Cirebon.(ara)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY