Sejarah ‘Basa Cerbon’: Warisan Jati Diri Yang Mesti Lestari

1774
masjid kasepuhan

Cirebon, demosmagz.com – Bahasa, Dimanapun di dunia ini adalah faktor yang paling penting dalam hal komunikasi antar mahluk hidup ialah bahasa. Masing-masing negara di bumi memiliki bahasanya masing-masing. Bahkan untuk negara seperti Indonesia yang memiliki karunia budaya luar biasa memiliki 748 bahasa daerah. Sudah dipastikan negara yang merdeka di 17 Agustus 1945 itu menjadi salah satu negara dengan keanekaragaman budaya di dunia.

Satu dari 748 bahasa itu adalah bahasa Cirebon atau orang Cirebon sendiri lebih akrab menyebutknya dengan sebutan ‘Basa Cerbon’. Daerah di pesisir utara Jawa itu ternyata memiliki bahasanya sendiri. Mungkin, banyak dari orang Sunda menganggap bahasa Cirebon adalah kesatuan dari bahasa Jawa. Akan tetapi, orang-orang Jawa atau orang Indonesia lainya menyangka bahwa masyarakat dataran Cirebon menggunakan bahasa Sunda. Padahal bahasa Cirebon mutlak sebagai bahasa Cirebon dan bukan bahasa Jawa ataupun Sunda.

buku sejarah cirebon
buku sejarah cirebon

Tahukah sobat demagz bahwa lewat Peraturan Daerah (Perda) nomor 14 tahun 2014 Pemprov Jabar menyerukan bahwa di Jawa Barat memiliki tiga bahasa. Bahasa Sunda, Bahasa Melayu Betawi dan Bahasa Cirebon. Itu artinya Bahasa Cirebon berdikari menjadi sebuah bahasa sendiri.

ilustrasi cirebon
Sumber gambar : www.linkedin.com

Lalu bagaimana sebetulnya awal mula Cirebon memiliki bahasanya sendiri? Tim demosmagz.com coba menemui Nurdin.M Noer seorang wartawan senior sekaligus kepala Lembaga Basa Lan Sastra Cirebon (LBSC). Beliau mengungkapkan lewat tulisan yang dikirimkan ke redaksi kami bahwa jika memang asal muasal bahasa Cirebon memang datang dari bahasa Jawa.  Akan tetapi karena letak Cirebon yang berdekatan dengan daerah sunda membuat bahasa Cirebon memiliki pola bahasa yang sama dengan bahasa sunda. Hanya saja ketika masuknya “undagan basa” membuat Cirebon memiliki bahasanya sendiri.

Selain itu warga Cirebon tidak pernah terpengaruh menggunakan bahasa selain bahasa Cirebon. Walaupun pada saat kerajaan mataram dikuasai oleh Amangkurat I, banyak seniman Cirebon yang dikirim ke Mataram untuk belajar kebudayaan Jawa, termasuk bahasa Jawa. Sebaliknya Cirebon juga menerima kiriman seniman Jawa untuk menyebarkan kebudayaan Jawa di Cirebon. Namun rupanya usaha yang dilakukan Kerajaan Mataram terhadap bahasa tidak terlihat kuat pengaruhnya.

”Satu yang menjadi jati diri masyarakat Cirebon, meskipun bahasa Jawa dipakai di Cirebon, selanjutnya masyarakat penuturnya di Cirebon lebih nyaman menyebut bahasanya sebagai ”bahasa Cerbon.”  Wujud, tingkatan formalitas dari bahasa Jawa tidak diterima secara utuh, tetapi hanya dipakai dua tingkatan, yaitu bahasa ”padinan” (kasar) atau ”bebasan” (bahasa halus) atau disebut juga ”bahasa bagongan/bebrayan” dan ”kraman” (krama)” ungkap Nurdin.

Hilangnya suatu bahasa daerah akan berdampak pula pada hilangnya kebudayaan. Karena itulah menggunakan bahasa daerah yang baik dan benar serta melestarikanya dapat membuat sebuah kebudayaan disuatu daerah tetap lestari. Jadi ayo sobat demagz lestarikan basa carbon. (wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY