“Ruang Alternatif” Wadah Kreatifitas Masyarakat Cirebon

395


Cirebon, demosmagz.com – Komunitas seringkali menjadi tempat kita untuk berkreasi, selain bisa menyalurkan hobi, komunitas juga sangat asyik diikuti karena teman dan pengalaman merupakan jaminan yang bisa diperoleh di dalamnya. Seperti beberapa pemuda yang menjalankan komunitas Ruang Alternatif ini. Ya, mereka merupakan komunitas dengan konten –konten seni  seperti musik, visual art, seni rupa dan berbagai seni lainnya.

Komunitas ini juga sering menjadi wadah band-band musik dalam berbagai event, komunitas yang sudah berjalan sekitar satu tahun ini pun sudah sering terlibat diberbagai event-event khususnya di Cirebon. Mereka ingin sekali bisa mengangkat nama Cirebon lewat kegiatan-kegiatan mereka.

Cirebon sendiri mereka nilai perkembangan musiknya sudah dibilang lumayan, karena hampir setiap bulan selalu ada event musik di kota wali ini, namun  sayangnya seringkali masyarakat masih perlu diperhatikan keseriusannya ketika ada konser. “Masih sering penonton di kita kurang dewasa, seperti ketika ada event berbayar masih banyak penonton yang memaksa masuk, dan juga masih banyak penonton yang kurang sadar aturan ketika menghadiri event” Ungkap Wildan salah satu anggota Ruang Alternatif saat ditemui demosmagz.com di sekretariat mereka.

Sekretariat mereka sendiri dilengkapi berbagai karya seni, bahkan ada karya-karya dari seniman luar negeri. Yang unik, di sekretariat yang bertempat di daerah Perum itu sering merangkul  masyarakat setempat. Seperti salah satu program mereka yang membuka kelas bagi anak-anak di daerah itu. Animonya pun terbilang cukup mendapat antusiasme warga, karena dalam setiap kelas yang diadakan tiga kali dalam seminggu ini selalu dibanjiri anak-anak yang ingin belajar. Biasanya mereka belajar pelajaran-pelajaran dasar yang dibantu oleh para pemuda ruang alternatif.

Wildan mengaku selama di komunitas ini beliau mendapat banyak pengalaman tak ternilai dan bisa mendapat banyak relasi. Sebab, sebelum ia bergelut di ruang alternatif mereka hanya sekedar nongkrong seperti kebanyakan pemuda sekarang ini, namun setelah dirasa tidak mendapatkan apa-apa, dia bersama temannya sekarang mencoba berbagai kegiatan positif lewat komunitas Ruang Alternatif.

Beliau tidak menutup pintu bagi siapa saja yang ingin ikut berproses di Ruang Alternatif, dan ia juga berharap komunitas-komunitas seperti ini terus bertambah khususnya kota Cirebon agar masyarakat dapat menampung bakat dan hobi mereka “ Saya harap sih terus bertambah komunitas seperti ini di Cirebon dan menjadi wadah anak-anak muda sehingga terhindar dari kegiatan-kegiatan negatif” Terangnya dengan semangat. (Hari)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY