Refleksi Hari Anti Korupsi: Revolusi Mental Berawal dari Anak dan Istri!

340

Ide, Demosmagz.com – Setiap akhir tahun, tepatnya tanggal 9 Desember, menjadi hari yang ditetapkan sebagai hari anti korupsi. Sudah sepatutnya bagi Pemerintah dan seluruh warga bangsa Indonesia kembali mengevaluasi, bisa jadi merefleksikan sejauh mana bumi pertiwi ini sejajar sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat. Berikut Demosmagz memberikan ulasan satu tahun terakhir persoalan korupsi dan juga dengan cara mengatasinya yang out off the box. Diluar mainstream.

Perlu disadari dan berdamai dengan hati, bahwa korupsi menjadi salah satu faktor terpenting bagi kemajuan sebuah bangsa dan negara. Tingginya angka kemiskinan dan keterbelakangan baik secara sosial, politik, ekonomi dan budaya selalu berbanding lurus dengan tingginya angka korupsi dengan efek dominonya, dari situlah kemudian kenapa korupsi dikategorikan sebagai kejahatan yang luar biasa.

Perlu diingat pula, bahwa untuk tahun – tahun yang akan datang, berbarengan dengan mulai diterapkannya UU Desa, dana transfer ke Desa bisa mencapai miliaran rupiah. Tidak menutup kemungkinan menjadi peluang. Jokowi dalam jumpa pers mengenai APBN 2017 mengingatkan jangan sampai uang rakyat tersebut di korup walaupun hanya satu rupiah.

“Transfer ke daerah dan dana desa 2017 mencapai Rp 764,3 triliun. Itu juga gede sekali. Artinya uang yang beredar di desa di daerah semakin banyak. Tetapi sekali lagi, saya titip ke kepala desa, ke Bupati walikota dan Gubernur uang ini 764,3 triliun ini juga uang gede. Jangan dikorupsi satu rupiah pun,” kata dia.

Pada awal era kepemimpinan yang dinahkodai oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat mencuat wacana revisi UU Korupsi, yang dinilai oleh beberapa kalangan, entah politisi, akademisi, sebagai pelemahan pemberantasan korupsi dan melanggengkan praktik korupsi. Namun, tidak dipungkiri pula bahwa pemberantasan korupsi masih menjadi program prioritas pemerintah.

Laporan terakhir yang dirilis setiap akhir tahun oleh KPK, tepatnya tahun 2015 (Tinggal menunggu laporan tahun) yang dirilis langsung oleh KPK menerangkan 84 kegiatan penyelidikan, 99 penyidikan, dan 91 kegiatan penuntutan, baik kasus baru maupun sisa penanganan pada tahun sebelumnya. Selain itu juga melakukan eksekusi terhadap 33 putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Dari penanganan perkara, lebih dari 198 miliar rupiah telah dimasukkan ke kas negara dalam bentuk PNBP.

Saat ini, sudah memasuki akhir tahun, dan sepanjang tahun 2016 ini memang tidak sedikit praktik pemberantasan korupsi; mulai dari yang melanda pejabat Pemerintah, anggota DPRD, pengusaha dan para pejabat dilingkungan lembaga dan BUMN. Melihat kondisi tersebut, kemudian Pemerintah menjalakan program berantas Pungli, yang memang menjadi salah satu praktik korupsi.

Namun beberapa program yang dijalankan oleh Pemerintah masih pada tahap memberantas, yang artinya penangan korupsi terjadi sesudah terjadinya korupsi itu sendiri. Hal tersebut dinilai tidak terlalu efektif untuk menghilangkan korupsi. Maka dari itu, penangan yang langsung ke akar perlu pula dipikirkan. Salah satunya mulai dari lingkungan rumah sendiri, kebiasan – kebiasan korup yang tidak disadari perlu dipangkas, istilahnya yaiu pemotongan generasi.

Dari segi psikologis, suami – suami yang cenderung melakukan tindakan korupsi berlatar belakang urusan rumah tangga, seperti pemenuhan tuntutan istri dan anak – anaknya. Berikut beberapa perilaku istri yang bisa mendorong suami melakukan tindakan korupsi seperti yang disarikan dari Psychology today,

Menumpuk Hutang

Pada awalnya memberikan perhiasan, baju, sepatu, hingga tas mahal terlihat romantis di mata wanita. Sehingga pria melakukan apapun untuk mendapatkan meskipun harus berhutang. Namun perlahan hutang ini akan menumpuk dan membuat sang suami kewalahan membayarnya sehingga ia memilih untuk korupsi.

Membandingkan Dengan Kehidupan Keluarga Lain

Membandingkan keadaan keluarga Sobat Demagz dengan keluarga tetangga atau teman-teman merupakan salah satu langkah membuat suami berpikir untuk korupsi. Jika Sobat setiap hari bertanya mengapa Sobat tidak bisa seperti tetangga sebelah atau teman-teman di kantor Sobat, tentu suami akan melakukan berbagai cara agar Sobat tidak kecewa.

Berargumen Ketika Keinginan Tidak Dikabulkan

Suami memang tempat bergantung, namun sebagai istri mulailah untuk tidak menganggap suami  sebagai orang yang selalu dapat mengabulkan permintaan. Belajarlah untuk menerima kondisi saat suami tidak dapat melakukannya. Sesuaikan kebutuhan dengan pendapatan sang suami merupakan pilihan yang bijak agar suami tidak tergoda untuk melakukan tindak korupsi.

Mendidik istri sebagai seorang suami yang merupakan pemimpin menjadi suatu kewajiban. Istri pun perlu dicerdaskan dan juga mendapatkan pengetahuan seputar korupsi. Mengajarkan dan mempraktikan untuk tidak merampas hak lain, dan juga prilaku korup lainnya. Ketika istri sudah mapan dan mampu, maka akan berimbas kepada anak – anak. Ibu atau isri merupakan orang yang paling dekat dengan anak – anaknya, baik dari sisi waktu maupun psikologis.

Salah satu upaya Menyelamatkan bangsa bisa dengan menyelamatkan anak – anak generasi penerus bangsa dari bahaya laten korupsi. Edukasi dini mungkin merupakan langkah wajib, mencerdaskan kehidupan bangsa, mulai dari si buah hati. Pintu gerbang menuju bangsa yang merdeka dan berdaulat adil dan makmur ada dipundak mereka. Pemotongan generasi ini yang kemudian menjadi sasaran revolusi mental.(Epri)

Dari Berbagai Sumber

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY