PSGJ dan Eksistensi Sepak Bola di Tanah Cirebon

3660

Cirebon,Demosmagz.comSepak bola adalah olahraga permainan yang paling digemari diseluruh dunia. Bahkan apabila tim nasional sepakbola sebuah negara bertanding, bisa dijadikan ajang adu gengsi antar negara.Bukan hanya dalam ranah antar negara, hampir tiap kota di seluruh duniapun memiliki tim sepak bola kebangganya.  Di Indonesia kita kenal Persib tim sepakbola kebanggan masyarakt Kota Kembang atau Persija yang jadi simbol sepakbola Ibukota Jakarta. Tapi sebagai orang Cirebon, tahukah sobat demagz tentang klub-klub sepak bola asal Cirebon?

Tercatat sampai bergulirnya liga nusantara tahun 2014 silam Cirebon baik Kota maupun Kabupaten memilki 8 tim sepak bola. dua di kota dan enam di kabupaten. Tim yang bermukim di kota adalah PSIT (Persatuan Sepakbola Indonesia Tjirebon) dan CIC (Tim Sepak Bola dari Kampus CIC) sedangkan dari Kabupaten ada tim Cirebon FC, Cirebon Barat FC, Al Jabar, Geger FC, Bina Putra,  dan PSGJ (Persatuan Sepak Bola Gunung Jati)

PSGJ Sendiri adalah tim sepak bola paling tua di Kabupaten Cirebon. tercatat tim ini telah berdiri dari tahun 1962. Wakil Ketua Suporter PSGJ Asep bercerita kepada Demosmagz.com soal kiprah dan sejarah tim kebangganya itu. Menurut Asep awal terbentuknys PSGJ disebabkan perpecahan kesebelasan PSIT (Klub di Kota Cirebon) beberapa pemain PSIT yang kebanyakan orang kabupaten memisahkan diri dan membentuk timnya sendiri.

“awal sejarah PSGJ berdiri tanggal dan bulanya engga tahu. tetapi di surat pembentukanya itu tertulis tahun 1962. proses pembentukanya itu dari mantan-mantan pemain PSIT. Pemain PSIT itu memang dulu kebanyakan dari Kabupaten. di tahun 1962 itu ada semacam ketidak puasan dari pemain terhadap PSIT. makanya alumnus-alumnus yang bermain di PSIT orang kabupaten ini membentuk klub sendiri  yang didukung oleh pemda juga” ujarnya ketika ditemui reporter demosmagz di Salah satu swalayan di Kota Cirebon.

Menurut Asep PSGJ saat ini adalah tim sepak bola paling eksis di Cirebon. terakhir tim berjuluk Laskar Wali Bangkit itu sempat mencicipi kerasnya divisi dua liga indonesia

“klub sepak bola di cirebon yang paling eksis sekitar dari lima tahun lalu. kita PSGJ yang paling aktif ikut kompetisi dari 2010, tahun 2010 itu kita lolosi divisi 3 ke divisi 2, tahun 2012 itu kita main di purwakarta sampe 2013 itu kita main jadi tuan rumah dan masih di divisi dua juga”

logo PSGJ Kabupaten Cirebon

Dalam perjalananya Tim yang memiliki suporter bernama Pasoegati (Pasukan Soeporter Gunung Jati) ditempa banyak kisruh dari dalam diri klub. beberapa kisruh internal itu sedikit banyak mengganggu kelangsungan dan stabilitas dari klub. klub ini sempat di pimpin oleh Bupati Cirebon tahun 2010 lalu sebelum akhirnya di pindah-pindah tangan

“perkembanganya PSGJ itu selalu diwarnai perseteruan oleh elitnya selalu terjadi. tahun 2010 itu merupakan warisan dari almarhum pak dedi supardi (Bupati Cirebon 2003-2013) dulu ketua PSGJ pak bupati. tapi ketika ada Permendagri (Peraturan Mentri dalam Negeri ) yang isinya pejabat daerah tidak boleh merangkap jabatan. diantaranya dibidang olahraga maka kepemimpinan PSGJ ini di limpahkan ke Sutardi Raharja. dimasa dia PSGJ lolos ke divisi dua di tahun 2012” katanya

Sayangnya masa kepemimpinan Sutardi tak berlangsung lama. kisruh di tubuh PSSI yang menjadikan induk sepak bola Indoensia itu terpecah menjadi dua pada medio 2012 sampai 2013 itu membuat PSGJ pun ikut pecah lantaran perbedaan pendapat di petinggi klub

“Kebetulan pak Sutardi Raharja ini pegang PSSI nya Djohar Arifin nah sementara itu ada juga kubu lain di internal PSGJ yang dukung kubu La Nyalla namanya Pak Sobari. Akhirnya kubu Sutardi kalah  telak oleh Kubu Sobari. makanya perkembangan kesininya juga masih diwarnai kekisruhan manajemen” Sebut pria asal Ciwaringin itu

Tahun depan ketika Indonesia Super League (ISL) akan di gelar tim yang bermarkas di Stadion Ranggajati itu akan ikut ambil bagian. PSGJ akan ada di liga nusantara bersama puluhan tim lain dari seluruh penjuru negeri. Nantinya PSGJ akan bersaing dengan tim lain di jawa barat untuk berebut tiket ke penyisihan nasional. tim-tim terbaik dari tiap provinsi lah yang akan berlaga di sana.

“PSGJ ini masih ada di liga nusantara. karena PSGJ ini masih termasuk kedalam tim amatir yang belum mampu lolos ke divisi atasnya. artinya dari liga nusantara ini nanti masuk 8 besar zona nasional itu bisa masuk ke divisi utama”

Asep selaku Wakil Pasoegati (sebutan suporter PSGJ) melihat bahwa Pemerintah Daerah tidak terlalu serius dalam menekuni prestasi di bidang Sepak Bola. Menurut Asep Pemkab seperti menutup mata terhadap perkembangan sepak bola di kabupaten dengan 40 kecamatan ini.

“Sebetulnya cukup beralasan pemerintah menutup mata karena pemerinta tidak akan melirik sesuatu dalam tanda kutip ya andai sesuatu tersebut tidak memiliki nilai jual. Makanya kenapa tidak kita merangkul semua lapisan elemen masyarakat di seluruh Cirebon  untuk membuat PSGJ ini memiliki nilai jual.” ungkapnya

Akhirnya Masyarkat dan terutama suporter PSGJ berharap agar PSGJ bisa berkembang. Sehat dalam pengelolaan manajemenya dan dirangkul sebagai sebuah klub profesional yang di akui secara layak oleh pemerintah kabupaten

“harapan kami dari suporter dan mungkin mewakili masyarakat juga menginginkan tata kelola manajemen yang baik. manajemen selama ini berorientasinya pada partisipasi bukan memikirkan keikutsertaan PSGJ ini disetiap kompetisinya untuk berprestasi. artinya kita terjun disuatu kompetisi setelah selesai kompetisi timnyapun bubar. tidak ada jenjang pembinaan kedepanya. kita tunjukan kepada pemerintah kabupaten Cirebon sendiri walaupun dasarnya kita ini klub berplat merah tetapi perhatian dari pemda itu belum ada sama sekali. hanya dipandang sebelah mata. jadi harapan kami kedepanya pemerintah daerah bersama manajemen dan masyarakat bersama-sama menjadikan PSGJ ini sebagai ikon terbaru dari Kabupaten Cirebon” tukasnya

Alasan Asep dan para suporten PSGJ untuk memajukan tim sepak bola di Cirebon cukup beralasan mengingat tak lama lagi sebuah stadion bertaraf internasional di watu belah akan segera rampung di bangun. Dan kemungkinan besar PSGJ akan memakai Stadiion watubelah sebagai kandang utama mereka.

Selain itu Pasoegati pun benar-benar menginginkan kesediaan pemerintah untuk turut andil dalam memajukan persepakbolaan Cirebon. Membuat Cirebon memiliki klub sepak bola kebanggan. Menjadi identitas baru di tanah wali ini.

Pun demikian komunitas suporter yang lahir di tahun 2011 itu berharap agar konflik internal di tubuh PSGJ dapat segera terselesaikan. Musyawarah yang berujung mufakat dalam konflik internal dapat menjadi sebuah langkah besar dan dianggap menjadi peluang untuk membesarkan sepak bola Cirebon yang punya kultur sepakbolanya sendiri

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY