Polemik Pembangunan BIJB, KPA Desak Polda Jabar Tarik Pasukan Dari Sukamulya

502
Aksi Penolakan oleh Warga Sukamulya

Majalengka, Demosmagz.com Rencana pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menuai polemik. Bandara yang rencananya dibangun di Majalengka itu mendapat penolakan dari warga setempat. Penolakan tersebut dilakukan oleh warga Desa Sukamulya Kecamatan Kertajati. Mereka menolak lahan desanya digusur untuk dibangun Bandara.

Sayangnya aksi penolakan warga tak mendapat perlakuan baik dari pihak yang bersebrangan. pertikaianpun terjadi. Menrut pers rilis Konsorium Pembaruan Agraria menyebut satu posko penjagaan warga dihancurkan polisi. satu gubuk petani dibakar dan 70 ha sawah rusak akibat terinjak-injak.

Tidak sampai disitu pertikaian yang berlangsung kemarin (17/11) itu membuat polisi menembakan gas air mata. Sedikitnya 16 orang luka-luka dan enam orang ditangkap. Mereka adalah Zaenudin, Carsiman, Tarjo, Darni, Sunardi, dan Junen, empat diantaranya langsung dibawa ke Polda Jawa Barat.

Sementara itu Sekjend KPA Dewi Kartika mengutuk keras tindakan yang dilakukan aparat terhadap warga Sukamulya. dia berharap agar Polda Jabar segera menarik pasukannya dari Desa Sukamulya.

“Kementrian ATR/BPN dan Pemprov Jabar untuk segera menghentikan penggusuran hingga ada proses dialog dan mediasi yang terbuka diantara semua pihak terkait, menuntut Kapolda Jawa Barat untuk segera menarik pasukan mereka yang terlibat dalam proses pengukuran paksa; dan membebaskan 6 orang warga yang ditangkap” sebutnya

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY