Pesantren Kilat, Menanamkan Kegiatan seperti di Pesantren

99
sumber foto : tabengan.com

Demosmagz.com – Yang khas dari Ramadhan, selain tradisi ngabuburitnya, kebiasaan buka bersama atau disingkat bukbernya, kemudian kegiatan berbagi terhadap sesama (baksos), juga kegiatan-kegiatan positif lainnya yang bernuansa islami kian dilombakan dalam sanubari umat muslim. Dan, yang sudah lama dilakukan di Indonesia khususnya dalam pendidikan yaitu pesantren kilat.

Kenapa dinamai pesantren kilat ? hal demikian dikarenakan kegiatan pelaksanaannya yang relatif singkat. Kalau di sekolah-sekolah baik negeri atau swasta biasanya berlangsung 4 hari sampai dua minggu.  Ada yang menginap di sekolah dalam beberapa hari, adapula yang hanya berlangsung di siang hari.

Munculnya pesantren kilat, diantaranya karena pesatnya kemajuan sain dan teknologi, akan sangat dikhawatirkan jika orang tua tidak sempat memberikan bimbingan rohani pada anak-anaknya yang berakibat akan merusak moral.

Pesantren kilat ini dilakukan untuk mempelajari dan menanamkan ajaran-ajaran agama islam seperti kegiatan di pesantren. Misalnya saja siswa yang bersekolah umum dan tidak mengenyam pendidikan di pesantren dengan alasan jauh dari rumah dan sebagainya. Sebab, pelajaran agama di sekolah memiliki porsi hanya dua jam dalam seminggu saja. Lain cerita dengan sekolah agama, kurikulum nya pun berbeda.

Pesantren sendiri, menurut Konsultan Pendidikan, Emmy Soekresno, S.Pd., “Pada prinsipnya memisahkan anak dari keramaian. Dengan maksud ingin memberi kepada anak suasana yang, dalam Islam disebut khusyuk. Maksudnya agar anak menjadi fokus, serius, konsentrasi menerima pelajaran, tanpa hingar bingar televisi dan sebagainya.” (dalam essay Agus Yulianto).

Materi yang diberikan pada pesantren kilat biasanya kegiatan-kegiatan yang bernafaskan rohani dan pendalaman ilmu-ilmu agama, misalnya membaca Al-Qur’an, praktik wudlu, shalat, tayamum, adzan, menghafal surat-surat pendek dan ayat-ayat pilihan, doa-doa, mendengarkan ceramah, dan berdiskusi tentang keislaman. Tetapi pada akhir-akhir ini, materi pesantren kilat tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu religius tetapi juga ada materi-materi umum seperti, psikologi yang menenkankan pentingnya mengetahui siapa manusia itu sebenarnya dan bagaimana harus berintraksi antara satu dengan yang lain, outbound atau permainan di luar ruangan, pentas musik, pentas teater, dan sebagainya. (Gus Mus, 2005: 3, dikutip dari definisi-pengertian.com)

Meskipun pesantren kilat berlangsung singkat dan terjadi di bulan Ramadhan saja, diharapkan dapat memberikan perubahan perilaku siswa ke arah yang lebih baik. (ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY