Permainan ‘Dam-Daman’ Bawa Mahasiswa Cirebon Ini Juara Nasional

532


Cirebon, Demosmagz.com – Bagi warga Jawa Barat, ingatkah permainan tradisional anak “dam daman”? ternyata, permainan sederhana ini menjadi gagasan dalam meraih juara 2 lomba esai mahasiswa tingkat Nasional. Seorang mahasiswa Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) Cirebon bernama Isna Silvia berhasil membawa nama baik kampusnya ke ranah nasional.

Dalam acara PENA EMAS (Pekan Nasional Esai Mahasiswa) 2016 bertema Peran Mahasiswa Dalam Mengoptimalkan Pendidikan Yang Kreatif dan Inofatif Berbasis Kearifan lokal, Isna masuk dalam urutan 2 dari penilaian penulisan esai, kemudian pada 9 November 2016 dilaksanakannya presentasi di Universitas Trunojoyo Madura dan diumumkan pada 10 November 2016.

Isna mengaku ide tersebut ia ambil dari permainan tradisional anak di daerahnya, namanya dam daman, karena penulisan yang Isna buat adalah tentang pendidikan, ia berfikir akan cocok jika diterapkan pada kurikulum sekarang (kurtilas) dimana anak dituntut untuk belajar aktif. Baginya, belajar sambil bermain akan lebih menyenangkan jika dibandingkan hanya penjelasan satu arah dan teoritis.

Esai tersebut berjudul Damdamatika (Dam-daman Ala Matematika) : Strategi Meningkatkan Pemahaman Matematis. Gagasan tersebut ia buat agar anak mudah dalam mengingat materi pelajaran matematika. Selain itu, memacu siswa agar aktif dalam belajar serta membangun nilai karakter siswa (ranah afektif) karena mengajarkan untuk berfikir sistematis dan teliti.

“Membawa anak agar mudah dalam mengingat, kalau sambil bermain kan nggak kerasa. Manfaatnya, anak akan lebih paham, lebih aktif dan ada nilai karakternya, karena diajarkan berfikir sistematis dan teliti.” Ujar Isna Silvia, mahasiswa tingkat 3 jurusan Pendidikan Matematika yang hobi menggambar, membaca, dan menulis.

Setelah memperoleh penghargaan tingkat Nasional, isna berharap karyanya bisa direalisasikan dan dilakukan penelitian serta bisa dirasakan manfaatnya. Ia juga berharap bisa menjadi hak paten karena sebelumnya belum ada ide seperti ini.

“Harapannya karya bisa direalisasaikan, ke depan bisa dilakukan penelitian tentang ini, bisa terbukti dan bisa menjadi rekomendasi. Mungkin nanti diawali dengan saya yang akan menerapkan saat PPL atau ketika nanti ada lomba penelitian. Karena menurut saya, ide seperti ini belum ada.” Ucapnya.

Kedepannya, ia akan lebih giat lagi dan terus mencoba serta berlatih, ia juga berharap agar mahasiswa Unswagati lainnya ikut termotivasi untuk terus berkarya.

Menurutnya hal yang paling utama agar bisa mengembangkan bakat menulis ialah dengan memulai. Karena rasa senang menulis saja tidak cukup. Kemudian, modal utama dalam menulis ialah gagasan atau ide, katanya tidak harus baru melainkan bisa memodivikasi dari gagasan yang sudah ada. Tips lainnya pun Isna sampaikan bahwa penting untuk mengikuti format penulisan sesuai syarat perlombaan, kemudian referensi yang linier dan searah dengan topik, data-data pendudkung dari sumber terpercaya, lalu kesesuaian dan kesinambungan di penulisan kajian pustaka.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY