Peran Sang Plokamator Dalam Sejarah Masjid Sunan Gunung Jati

551

Cirebon, demosmagz.com – Cirebon memiliki julukan kota wali, berbagai peninggalan bersejarah era wali songo ada di kota Cirebon. salah satu peninggalan yang menjadi salah satu ikon adalah masjid yang merupakan tempat beribadah umat muslim. Bagi masyarakat umum mungkin sudah banyak yang tahu beberapa masjid bersejarah di kota Cirebon, seperti masjid merah panjunan dan  masjid sang ciptarasa. tapi mungkin hanya sedikit masyarakat yang tahu bahwa di kota Cirebon ada satu masjid yang mempunyai kaitan dengan salah satu proklamator yaitu presiden Soekarno.

Masjid yang terletak di jalan Kesambi Raya Kampung Melati kota Cirebon merupakan masjid wakaf yang diberikan oleh ibu R.H. Siti Garmini Sarojo binti R. Muchalar Surjaatmadja untuk warga sekitar.  masjid tersebut diberi nama masjid sunan Gunung Jati oleh P.J.M Presiden Republik Indonesia Dr.Ir.H Soekarno pada tahun 1960.

Menurut penjelasan salah satu pengurus masjid yang bernama R. Muhammad Tuban (74th), pada saat itu ibu Garmini tinggal di samping kiri lahan yang sekarang menjadi masjid, ibu Garmini mewakafkan kepada warga Kampung Melati lahan ini dengan luas 900 m2. “Masjid ini wakaf dari ibu Garmini, tapi yang memberi nama sunan Gunung Jati yaitu presiden Soekarno seijin sultan sekaligus beliau juga menyaksikan peletakan batu pertama oleh walikota  R.S.A Prabowo pada tahun 1960”. Masjid  yang  didominasi  warna hijau menurut beliau baru selesai direnovasi 3 tahun lalu untuk bagian dalam, sedangkan  yang masih asli yaitu bagian pelataran luar bagian tengah.

Menurut beliau karena ada kaitannya dengan presiden Soekarno banyak orang yang mempercayai bahwa masjid ini mempunyai kharisma dan karomah yang istimewa.  “Masjid ini sumurnya juga tua, kalo Jumat kliwon suka ada yang minta airnya, ada yang buat ihktiar obat yah macam-macam ”.  tutur beliau kepada demosmagz.com.

Beliau juga menceritakan beberapa pengalaman beliau ketika solat malam (tahajud) di masjid tersebut. ”Waktu itu ketika saya solat tahajud saya kaget disamping saya ada presiden Soekarno,tetapi setelah beberapa menit beliau sudah tidak ada seperti menghilang, dua kali saya kedatangan beliau, tapi setelah direhab saya belum mengalami pengalaman seperti itu lagi”.  tutur beliau menutup perbincangan dengan demosmagz.com.(Rangga)

Baca Juga : Lenggokan Penari dan Punahnya Pertunjukan Dombret Pantura

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY