Penggunaan Bahan Kecantikan Ini Ternyata Ancam Ekosistem Ikan

209

511121283

Demosmagz.com – Peneliti di Swedia menyerukan larangan penggunaan bahan plastik mikro manik, Seperti yang dilansir BBC.com larangan ini beralasan karena hasil studi mereka yakni menemukan paparan konsentrasi tinggi polystyrene yang membuat ikan atau larva memakan partikel plastik atau plastik yang berubah menjadi plastik mikro-manik. Parahnya, ikan menjadi kecanduan makan plastik di laut. Hasilnya, ikan menjadi lebih kecil, lebih lambat dan lebih rentan terhadap predator.

Kekhawatiran ini dipicu karena jumlah plastik di laut melambung tinggi sekitar 8 juta ton setiap tahunnya.  Menurut Dr Oona Lonnstedt, Universitas Uppsala menganggapnya sebagai makanan cepat saji tidak sehat yang sering dikonsumsi remaja.

Plastik yang beredar dilaut kemudian terkena radiasi UV, degradasi kimia dan pergerakan gelombang, plastik ini terurai menjadi potongan-potongan kecil hingga 5mm bisa disebut sebagai mikro-plastik atau plastik mikro-manik-manik. Kandungan ini juga sering dijumpai pada produk perawatan pribadi seperti kosmetik.

Hal ini mengkhawatirkan para ilmuwan, bahwa fragmen kecil meresap menjadi bahan kimia beracun.

Sebagai dampak awal bagi ikan yang mengkonsumsi, peneliti Swedia mengatakan dengan tidak adanya mikro-plastik sekitar 95% telur-telur ikan berhasil menetas, sedangkan ikan yang mengkonsumsi mikro-plastik menetas menjadi 81% saja.

“Lebih kecil, lebih lambat, dan lebih bodoh” daripada yang menetas di perairan bersih, menurut penulis utama Dr Oona Lonnstedt.

Tingginya konsumsi plastik oleh ikan berkaibat penurunan spesies seperti bertengger dan tombak, hal ini berdasarkan pengamatan di laut Baltik selama dua dekade terakhir. Peningkatan kematian ini dialami saat usia ikan remaja. Menurut para peneliti, plastik yang mengancam umur seluruh spesies ikan dan dapat mengancam ekosistem ekosistem.

Masih menurut Dr Lonnstedt, diperlukannya larangan produk yang memiliki kandungan mikro- manik-manik di dalamnya, seperti pada produk perawatan tubuh, bukan hanya pasta gigi saja, ada pula maskara dan beberapa lipstik yang mengandung plastik juga. Negara AS telah melarang penggunaan bahan plastik ini dalam produk kosmetik dan perawatan pribadi dan adapula tekanan yang tumbuh di Inggris dan Eropa untuk melakukan hal serupa.(ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY