Penemuan Baru, Metode Menghilangkan Fobia Melalui Otak

189


Demosmagz.com – Pernahkah sobat demagz memiliki ketakutan pada sesuatu atau yang biasa di kenal dengan fobia? Fobia adalah perasaan takut yang berlebihan pada objek atau situasi tertentu. Dampaknya bisa menyebabkan depresi, kepanikan, dan kecemasan, bahkan bisa berdampak pada kondisi fisik.

Jenis fobia dibagi menjadi dua, yang pertama fobia spesifik, biasanya fobia ini berkembang sejak masa anak-anak atau remaja. Contohnya fobia terhadap lingkungan (kedalaman atau ketinggian), fobia terhadap hewan, terhadap situasi, seksualitas (takut tertular penyakit seksual), dan fobia secara fisik (jarum suntik, darah).

Fobia jenis kedua adalah fobia kompleks, biasanya berkembang di masa dewasa. Salah satunya fobia sosial misalnya ia akan merasa cemas saat berada di lingkungan sosial. Kondisi demikian memungkinkan penderita merasa takut dipermalukan orang atau takut salah bicara. Fobia ini tentu saja akan menganggu keseharian, termasuk berdampak pada bisnisnya, pekerjaannya, serta menghambat pengembangan diri.

Kabar baiknya, jenis fobia spesifik bisa dihilangkan dari otak pasien, hal tersebut berdasarkan temuan dari ahli saraf. Dengan menggunakan kombinasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi pemindaian otak. Prosesnya disebut Decoded Neurofeedback, pasien disembuhkan dengan upaya yang tanpa mereka sadari, tetapi bergantung pada identifikasi pola otak yang berhubungan dengan rasa takut tertentu, kemudian ‘ditimpa’ menggunakan sistem ‘hadiah’.

Penelitian yang melibatkan 17 partisipan, para ilmuwan melakukan upaya mengasosiasikan memori yang memicu ketakutan dengan hadiah atau sesuatu yang positif. Menurut peneliti utama Ai Koizumi dari Advanced Telecommunications Research Institute International di Kyoto, Jepang, Fitur memori sebelumnya yang memprediksi kejutan yang menyakitkan justru dapat diprediksi menjadi sesuatu yang positif.

Lebih baik lagi, fobia bisa hilang selamanya setelah pengobatan. Selain untuk pengobatan, teknik ini juga nantinya dapat digunakan dalam membantu mengobati kondisi medis seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD).

“Ketika menginduksi memori fobia pada otak, kami mampu mengembangkan metode cepat dan akurat untuk membacanya dengan menggunakan algoritma AI,” jelas peneliti Ben Seymour dari Universitas Cambridge, Inggris.

Kemudian dalam tes lanjutan di teknik ini, para partisipan melihat gambar-gambar yang bisa memicu fobia mereka, namun para ilmuan tidak lagi menemukan tanda-tanda dari fobia yang sebelumnya justru di alami.

Teknik ini bertolak belakang dengan terapi pengobatan konvensional, dimana pasien dihadapkan secara langsung dengan penyebab fobia mereka. Teknik ini menawarkan proses pengobatan yang sama sekali tidak menyakitkan bahkan pasien tidak menyadari bahwa ia sedang melawan fobianya.(Ade)

Baca Juga : Cegah Banjir dengan Inovasi Lubang Biopori, Begini Cara Buatnya

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY