Payung Hitam Gambarkan Kondisi Indonesia Lewat Teater “Posthaste”

179

Demosmagz.com – Pertunjukkan “Posthaste”dari teater Payung Hitam Bandung yang disutradarai Rachman Sabur, berdurasi sekitar satu jam di gedung kesenian Rarasantang, Bima Cirebon. Berlangsung lancar pada Rabu malam(5/4).

Tidak hanya ditonton oleh warga Cirebon, pertunjukkan teater ini diminati warga dari luar Cirebon seperti Jogjakarta. Yang lebih membanggakan lagi, di tahun ini, “posthaste” rencananya akan dipentaskan di Belgia dan USA.

Berdasarkan keterangan dari selebaran yang dibagikan sebelum memasuki gedung teater,“Posthaste” merupakan representasi dari kondisi alam, sosial politik maupun sejarah Indonesia serta pada kondisi gelombang perubahannya. Ruang hidup dialami sebagai ruang emergensi, urgen. disposisi dinding-dinding yang menampilkan kekuasaan mayoritas di atas minoritas. Penguburan berkali-kali terhadap kalangan kiri, kampanye hitam tentang bahaya komunisme. Diskriminasi homoseksual.

“Posthaste” menjadi inti waktu dan ruang untuk setiap orang memiliki “ Manajemen emergensi” agar bisa keluar dari situasi yang secara tidak sadar mencederat humanisme, lingkungan, maupun kondisi sosial-politik di Indonesia.

Indonesia, banyak sekali masalah yang bisa kita lihat. Ide gagasan cerita tidak keluar dari permasalahan tradisi, budaya, di Indonesia.” Ujar Rachman Sabur saat sesi diskusi usai pertunjukkan.

Kumpulan referensi untuk gagasan tersebut mereka tampilkan apa adanya, sesuai fakta, tidak mengada-ngada dan jujur. Misalnya pada adegan kejatuhan dirijen atau barang-barang lainnya, terdapat ekspresi tubuh yang natural.

“Kita tampilkan secara natural, apa adanya. Payung Hitam mengembalikan potensi teater yang natural melalui proses latihan yang pajang. tidak sekedar akting saja, yang paling utama itu kejujuran, kita bukan akting saja, karena kalau sebatas akting itu dimunculkan fisik saja.. disini, Tubuh kita menjadi satu kesatuan dan kesadaran utuh, ada ekspresi tubuh yang natural.” ucap lelaki kelahiran 12 September 1957.

Terdapat adegan jatuhnya berbagai macam barang-barang seperti galon, dirijen dari arah atas, juga runtuhnya dinding-dinding, meja, kursi, televisi, dan semua barang-barang hancur berjatuhan. Menurut sang sutradara, masyarakat sudah telat dengan kondisi seperti ini. Di belakang, di depan, di atas, di kiri dan kanan. Dari berbagai arah terdapat bahaya yang seharusnya kita sadar akan kontrol diri. Bukan sekedar sadar secara fisik tetapi sadar pula nuraninya. Kondisi berat tersebut harus dihadapi dengan akal sehat dan emosi yang terkendali.

Disisi lain, adanya interaksi dengan penonton, dimana penonton menafsirkan pertunjukkan tersebut. “Sudah cukup lama kita lakukan, para pemain tidak berdialog kata. Silahkan penonton yang menafsirkan, itu pasti beda. Berangkat dari gagasan bagaimana kondisi masyarakat. Mudah-mudahan penonton mendapatkan kesan tertentu.” Ucapnya seusai pementasan.

Setelah pertunjukkan bintang tamu dari teater yang lebih fokus mengangkat/menyoroti isu-isu sosial lingkungan, Festival Teater Cirebon 3 (FTC3) masih berlangsung hingga 11 April mendatang. FTC3 diselenggarakan oleh teater tjaroeban sejak 2 April kemarin. Acara yang bertema “membumikan tradisi”mengahadirkan sejumlah pertunjukan teater, workshop artistik pertunjukan, dan diskusi mengenai seni pertunjukan yang diisi kelompok serta tokoh teater dari beberapa kota dari Pulau Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur.

Selama 10 hari acara, dilangsungkan 16 pertunjukkan reguler dari kelompok teater se-Indonesia dan 3 pertunjukkan bintang tamu. Berikut kelompompok teater reguler diantarnaya Teater Cassanova Bandung, Masres Cirebon, KMT ISBI Bandung, Teater Awal Bandung, HIMA Teater ISBI Aceh, HIMA Teater IKJ, HIMA Teater STKW Surabaya, Nara Teater Nusa Tenggara Timur, HIMA Teater ISI Padang Panjang, Sanggar Seni Darsah Palu, HIMA Teater ISI Yogyakarta, Teater Satu Lampung, ITBT Kalimantan, Padepokan Seni Madura, Rawayan Ceta Tasikmalaya, dan SFN Lab Nusa Tenggara Barat. Kemudian teater Mandiri-Jakarta, Teater Koma-Jakarta, dan Teater Payung Hitam- Bandung merupakan pertunjukkan bintang tamu.(Ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY