Parkir Kota Cirebon (2) “ Realita Lapangan, Masih Banyak Parkir Tanpa Tanda Bukti Retribusi Parkir”

447


Cirebon, Demosmagz.com – Setelah melakukan penelusuran di lapangan mengenai parkir di Cirebon, ada beberapa titik yang menjadi fokus untuk sumber tulisan, titik ini dipilih karena tingkat keramaian pengguna parkir badan jalan dan adanya petugas parkir yang berseragam menjadi pertimbangan demosmagz melakukan penelusuran.

Titik tersebut adalah jalan Kangraksan, jalan Dr sudarsono, dan jalan pasar Kanoman. Ketiga jalan tersebut badan jalannya menjadi area parkir baik mobil maupun motor, kurang lebih setiap 10 meter petugas parkir berseragam petugas parkir kota memegang pelayanan parkir. Kami mencoba menjadi pengguna layanan parkir untuk memastikan, pertama kami menggunakan mobil dengan plat luar kota dan mencoba parkir di jalan dr Sudarsono, petugas parkir melayani dengan baik parkir mobil dibadan jalan tersebut, setelah selesai parkir juru parkir kembali memarkirkan mobil dan meminta uang parkir, sesuai perda kami memberikan retribusi sebesar 1000 rupiah dan diterima petugas tersebut tetapi juru parkir tersebut tidak diberikan karcis bukti retribusi.

Kemudian kami pun mencoba parkir di depan pasar Konaman menggunakan motor, ketika selesai parkir petugas parkir meminta retribusi parkir dan kami menanyakan berapa yang harus dibayar, juru parkir pun menjawab biasanya 1000 rupiah, lalu kami meminta ada karcis dan kani diberikan karcisnya “ada pak kalo bapak minta kita kasih”Ujar petugas parkir sembari memberikan karcis tanda retribusi parkir, tetapi setelah kami telaah ternyata karcis tersebut diperuntukan untuk mobil dan tertera 1000 rupiah. Di bagian belakang karcis tersebut memang ada keterangan pada poin lima “Untuk kelancaran anda bayarlah sewa parkir dengan uang pas dan diminta karcis parkirnya kepada juru parkir. Selanjutnya demosmagz mencoba mencari juru parkir untuk mencari informasi, menurut salah satu juru parkir  yang melayani di jalan Kangraksan mengemukakan tidak semua juru parkir dapat karcis parkir, tapi kalo seragam biasanya tiap tahun mendapat jatah dari dishub kota Cirebon.

Tim Demosmagz pun menanyakan mekanisme setoran restribusi parkir tersebut, menurut juru parkir tersebut biasanya petugas dari dishub meminta setoran setelah jam 2 siang ” kalo saya biasanya setor 8500 rupiah dan sisanya buat saya pribadi,Tapi jika di jalan-jalan lain bisa lebih dari ini setorannya, tergantung rame tidaknya”. Jelas Juru parkir di tempat tersebut. Jika ditelaah dari hasil penelusuran tersebut, bisa dikatakan manajemen parkir masih berantakan, padahal mengenai parkir kota Cirebon sudah dipayungi dengan perda, dimana didalam perda parkir tersebut tertulis mengenai besaran restribusi dan tanda bukti karcis parkis sebagai bentuk resmi bahwa uang yang kita berikan akan menjadi pendapatan daerah.

Tetapi realita yang ada di lapangan dan tanda bukti tersebut seakan menjadi tidak penting, padahal jika kita kaitkan tanda bukti parkir sebagai salah satu untuk dapat menghitung pendapatan asli daerah dari retribusi parkir secara akuntable dan transparan. (Rangga)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY