Mulai Ditinggalkan, ‘Basa Cerbon’ Harus Dibiasakan

474
keraton kanoman

Cirebon, demosmagz.com – Bahasa daerah dewasa ini memang perlahan-lahan mulai ditinggalkan oleh banyak orang. Khususnya kaum muda. Banyak diantara kaum muda lebih suka menggunakan bahasa indonesia yang kini sudah tidak original lagi, melainkan bercampur dengan bahasa-bahasa asing dan bahasa-bahasa baru yang dikenal dengan istilah alay.

Eksistensi bahasa daerah memang mulai terpinggirkan. Tak kecuali bahasa Cirebon. banyak diantara orang-orang muda di Cirebon kadang risih dengan kata-kata bahasa Cirebon yang kini menjadi langka. Demosmagz coba untuk berbincang dengan komunitas perpustakaan jalanan yang memang digawangi oleh beberapa anak muda asli Cirebon. mereka pun meyakini bahwa memang saat ini eksistensi bahasa cirebon mulai terpinggirkan

“Kalau anak muda sih sebenernya  yang dibawa h kelahiran 95an kayanya udah campur-campur ya sama bahasa indonesia dan ga pyur bahasa cirebon banget. Dan ada beberapa kosa kata bahasa cirebon yang mereka justru ga tau sama sekali artinya. Ya kaya blagbag aja gitu kemungkinan kaya anak-anak SMA sekarang ga tau artinya.  Jangankan itu. kayanya anak-anak sekarang ga tau arti selawe tuh apa. Sewidak tuh berapa. Coba ada ga orang cirebon kalo sebutin nomor hp pake bahasa cerbon? Kayanya a ada pisan ya” kata miftah salah satu anggota Perpustakaan jalanan yang kami temui kamis (13/10) lalu.

Miftah juga menambahkan jika yang punya tanggung jawab untuk melestakina bahasa Cirebon adalah orang Cirebonya sendiri. akan tetapi pemerintah lewat dinas pendidikanya menurut miftah juga punya andil untuk membiasakan pelajar menggunakan bahasa Cirebon lewat mata pelajaran bermuatan lokal seperti bahasa Cirebon.

“kayanya kalau yang tanggung jawab ya semuanya ya. yang jelas semua masyarakat Ciebon entah itu masyarkat biasa entah itu pemerintahan, swasta atau apapun. Tapi kan salah satu cara untuk melestarikanya kan lewat mulok tadi yang sekarang sudah jarang. Pengenalan awalnya saja di pendidikan itu ga ada sama sekali. Karena menyangkut ini pemerinta punya peran juga. Untuk mengenalkan dan melestarikanya. Ya sekarang muloknya di ilangin makin parah juga kan. Ya salah satunya juga pemerintah punya tanggung jawab lebih.” ujarnya

ketika ditanya oleh tim kami lebih suka berbahasa Cirebon atau berbahasa indonesia, miftah mengaku lebih asik menggunakan bahasa Cirebon. apalagi jka lawan bicaranya adalah sesama orang Cirebon.

“Jujur kalo saya sendiri sih kalo ngobrol sama orang cirebon lagi lebih nyaman pakai bahasa cirebon mas emang karena udah terbiasa sama enak diucapinya. Jadi lebih enak pake bahasa cirebon. apalagi kalau keluar kota terus ketemu sama orang cirebon kayanya kurang afdol kalau ga pakai bahasa cirebon” lanjut miftah

Selain itu menurut imam salah satu inisiator Perpustakaan jalanan juga menyebutkan jika sebetulnya untuk menjaga bahasa Cirebon tetap lestari adalah dengan membiasakan diri sendiri dengan berbicara bahasa Cirebon.

“Menurut saya sih lebih ke personal kita masing-masing ya mas. Kaya saya nih ngomong juga pakenya bahasa indonesia. Padahal yang kita bicarakan sekarang tuh tentang bahasa cirebon. lebih ke personalya sendiri aja susah apalagi kita mau ngerubah orang lain. Mungkin dari awalnya harus  merubah dari diri kita sendiri. membiasakan diri pakai bahasa cirebon.” tandasnya.(wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY