MOS SMAN 7 Cirebon Nihil Unsur Senioritas

643


Demosmagz.com – Hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang bersamaan juga bagi siswa baru yang masuk sekolah untuk mengikuti pengenalan lingkungan sekolah (PLS) atau yang dikenal dengan masa orientasi siswa (MOS).

Dua hari saja, SMA Negeri 7 kota Cirebon melangsungkan kegiatan pengenalan tersebut. Tanpa ada atribut tambahan yang dibuat-buat bahkan berlebihan yang biasanya  kurang pantas dipakai, karena hal ini kerap terjadi di sekolah-sekolah tertentu yang tersebar di Indonesia. Namun di kota Cirebon khususnya di SMAN 7 Cirebon, siswa baru cukup memakai pakaian sekolah SMP/MTS secara lengkap dan rapi. Siswa juga cukup memakai name tag berukuran kecil sebagai tanda pengenal.

Menurut salah satu siswa baru, ia pernah membaca sebuah artikel bahwa di Indonesia MOS dijadikan sebagai ajang untuk mengerjai adik-adik kelas baru. “Pengalaman sih enggak pernah, Cuma pernah baca aja, untung di SMAN 7 nggak seperti itu.” ucap M Nuril, siswa asal SMP Negeri 9.

Sehari mengikuti kegiatan ini, Nuril merasa senang dan bermanfaat, “Rasanya menyenangkan, di SMAN 7 ini bukan seperti dipermalukan tetapi diberi nasihat-nasihat agar lebih disiplin. Hari ini ada beberapa materi-materi dari guru. “Ucapnya.

Kegiatan pengenalan lingkungan ini dimulai dari pukul  07.00 hingga pukul 14.00 WIB. Selain pemberian materi, siswa juga dianjurkan sholat berjamaah bagi yang muslim dan adapun materi agama, kemudian materi yang mengarahkan siswanya untuk disiplin dan pengenalan lingkungan sekolah lainnya.

Pemberian materi pengenalan pada hari terakhir MOS atau PLS di SMAN 7 Cirebon dilaksanakan di luar kelas, memanfaatkan lingkungan sekitar sekolah seperti di bawah pohon yang rindang dan tempat kondusif lainnya, Materi disampaikan oleh guru-guru.

Selain itu, siswa juga tidak dianjurkan membawa persyaratan-persyaratan apapun sebagai warna dari suatu kegiatan MOS yang biasanya kerap terjadi sebagai ajang senioritas.

“Perploncoan dan bawa-bawa atribut berlebihan udah nggak ada, karena dari dinas juga sudah menghimbau. Siswa baru disuruh bawa makanan tetapi tidak yang mengandung unsur teka-teki, misalnya suruh bawa nasi goreng, ya dipersyaratan bilangnya nasi goreng. Dan itu untuk dimakan sendiri.” Ucap Rafi Guruh Menda, ketua Osis.

Terkait kegiatan masa orientasi, Rafi mengatakan PLS tahun ini berbeda dari tahun kemarin, karena dulu masih menggunakan tas karung dan lainnya.

“Beda dari tahun lalu yang masih memakai tas karung, tahun ini siswa baru memakai tas biasa. Mungkin di sekolah-sekolah lain masih tetap menggunakan suatu atribut yang berlebihan dan tidak pantas serta tidak masuk akal.” Ujar Rafi.

Ia berharap agar siswa baru lebih cepat beradapatasi di sekolahnya.(ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY