Mewujudkan Kemerdekaan Hakiki

393


Demosmagz.com – Berada di antara dua samudera dan dua benua, Republik ini sangat strategis letaknya. Menjadi jalur strategis perdagangan dunia sejak berabad-abad lalu ternyata hanya membuat negeri ini ketergantungan dengan negeri lain. Mungkin kita teramat bodoh sehingga tidak mampu memanfaatkan hal tersebut untuk kemakmuran bersama, atau malah terlalu pandai sehingga menjadi serakah. Kebodohan dan keserakahan saling melengkapi satu sama lain. Saat kita serakah, kita menjadi bodoh sebab hanya memikirkan diri sendiri tanpa sadar kita hidup dalam suatu interaksi kompleks antar sesama manusia dan alam semesta. Kita bodoh sehingga mudah ditipu dengan buaian kekuasaan dan ketenaran diri. Maka bila ditarik kesimpulan, keserakahan membuat republik ini semakin terpuruk.

Setelah era kerajaan, kemudian Negeri kita terkapar di era kolonial. Perjalanan setiap negeri memang tidak lepas dari perjalanan dunia, maka konyol sekali apabila kita merasa tidak perlu mengamati kondisi dunia. Susah payah para pendahulu kita berjuang untuk lepas dari penjajah sampai akhirnya kita memproklamasikan diri sebagai Negara merdeka pada 17 agustus 1945, lalu segenap elemen bangsa membangun negeri ini menjadi Republik yang merdeka dan diakui dalam pergaulan internasional.

Sekarang memaknai kemerdekaan adalah menjadi pemeran aktif dalam membangun dunia menjadi tempat lebih baik. Republik ini sudah harus membuka mata, sudah harus lepas dari belenggu keserakahan, sudah harus melihat dunia dan berkata “Aku akan membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik dengan solidaritas, kesetaraan dan kemanusiaan”. Kita harus mengawali dengan tidak lagi berpikir sempit, dengan mudah menyimpulkan kondisi, mudah terpengaruh isu dan tidak mau berusaha keras mencari kebenaran. Kita harus mulai memikirkan sesama, orang-orang disekitar kita, kita harus mulai membuang pola pikir fasistis, mengunggulkan suku, atau golongan masing-masing dan harus mulai optimis bahwa republik ini bisa makmur dan mengubah dunia.

Membiasakan diri untuk mau berusaha mencari kebenaran akan membuat kita menjadi manusia yang pintar dan tidak mudah dibodohi oleh manusia lain. Kemalasan dan mudah menyimpulkan sesuatu membuat kita menjadi sempit pemikiran dan sombong. Belajar dari siapapun dan dari apapun. Mencari dan menegakkan kebenaran di manapun berada serta tidak menjatuhkan untuk menang.

Menyadari bahwa keberadaan kita berhubungan erat dengan keberadaan orang lain, menumbuhkan rasa empati dan solidaritas dalam bentuk interaksi terkecil, membuat kita semakin matang menjadi manusia dan siap membawa pembaharuan bagi republik ini dan dunia yang pasti kita wariskan pada generasi penerus.

Mengunggulkan suku, golongan atau organisasi masing-masing tidak akan membuat kita menjadi pemeran dalam pergaulan internasional. Berkolaborasi, saling mengisi serta saling menghargai atas dasar kemanusiaan, menandakan kita layak menjadi pemeran dalam perubahan dunia ke arah yang lebih baik. Hal tersebut harus kita praktekkan dalam bentuk interaksi terkecil, sehingga republik ini akan menjadi tempat terbaik untuk kita hidup.

Memaknai kemerdekaan sudah bukan lagi bicara soal kepahlawanan sesorang atau kelompok, melainkan mulai bicara tentang merubah kehidupan kita kearah kemerdekaan yang hakiki, suatu perikehidupan tanpa penindasan dan penghisapan. Kemudian lekas membuatnya menjadi nyata dengan hal-hal yang telah diuraikan tadi. Dirgahayu ke 71 Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penulis
Gusak Tilas Wangi

Mahasiswa Unswagati Cirebon

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY