Meski Hujan, Masyarakat Khidmat Ikuti Prosesi Panjang Jimat

579
prosesi panjang jimat tahun 2016 di Keraton Kasepuhan

Cirebon, Demosmagz.com – Puncak acara Muludan di Keraton Kesepuhan di kenal dengan acara Panjang Jimat. Upacara yang sudah turun temurun tersebut berlangsung tadi malam (12/12).

Meskipun acara tersebut ada di setiap tahunnya, namun minat masyarakat untuk menonton masih sangat meriah. Hal demikian dilihat dari banyaknya masyarakat yang memadati area keraton untuk melihat upacara sakral tersebut. Bahkan tidak sedikit pula yang percaya akan mitos-mitos yang beredar, misalnya sebelum mengikuti upacara adat dianjurkan untuk berpuasa selama tiga hari. Katanya, agar bisa melihat makhluk-makhluk yang tak kasat mata. Kepercayaan masyarakat tersebut mengatakan bahwa upacara itu juga diikuti oleh makhluk-makhluk tak kasat mata.  Dengan adanya bau wewangian bunga dan suasana berbeda akan terasa disana.

Semua ikut bershalawat bersama saat itu, Kemudian ketika para pembawa benda-benda pusaka menuju mushola, ada beberapa yang melempari koin. Katanya untuk membuang sial. Setelahnya masyarakat yang lain akan memunguti koin tersebut. Tidak boleh dipakai, tetapi untuk disimpan sebagai jimat. Begitulah beberapa obrolan pedagang, masyarakat, dan petugas keamanan sembari menunggu para pembawa benda-benda pusaka keluar ke arah mushola.

Meskipun saat itu gerimis, masyarakat yang terdiri dari anak-anak hingga orang tua tetap penasaran melihat acara adat panjang jimat yang kebanyakan berasal dari wilayah Ciayumajakuning. Namun adapula warga Malaysia  yang juga ikut hujan-hujan menyaksikan prosesi panjang jimat.

Selain itu adapula yang datang dari Cikarang, Jawa Barat, bersama dengan rombongan keluarga dengan menggunakan bus besar. Ia mengaku baru pertama kali ke Cirebon dan ingin melihat acara di Keraton Cirebon.

“Saya baru pertama ke Cirebon, emang ikut keluarga. Kesini sengaja pengen lihat acara Muludan di Cirebon. Tadi siang saya ke Gunung Jati terus ke keraton Kacirebonan dan sekarang liat panjang jimat di keraton kesepuhan.” Ucap Elia, asal Cikarang.

Dari pukul 20.00 WIB, Elia dan juga masyarakat lainnya menunggu dengan setia di dekat gerbang keraton. Sejam kemudian akhirnya para pembawa benda-benda pusaka miliki keraton kesepuhan dikeluarkan. Sambil berdesak-desakan ia akhirnya bisa melihat langsung apa saja benda-benda pusaka yang dibawa.

“tadi lihat orang-orang bawa benda-benda pusaka. Tapi yang paling buat aku penasaran adalah cerita tentang Perawan Sunti, tadi juga dibawa katanya. Saya jadi pengen lebih tau banyak tentang sejarah keraton di Cirebon.”  Kata Perempuan yang berkuliah di Bandung itu.

Acara Panjang Jimat juga dilakukan di keraton-keraton yang ada di Cirebon, seperti keraton kanoman dan keraton kacirebonan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY