Menikmati Hidup Lewat Seni

587
Source Image : Google.com

Demosmagz.com – Cirebon memiliki banyak kesenian dan budaya, bahkan ada yang sudah eksis hingga internasional. Sebut saja tari topeng khas cirebon, namun dibalik tarian yang menggunakan topeng , terdapat seniman rupa yang membuat topeng, bahkan ia mampu melahirkan inovasi-inovasi dalam karya seninya. Bahan-bahan membuat topeng beragam mulai bekas stik es krim, limbah kayu, dan kertas.

Ade Supriyadi namanya, kemahiran membuat topeng diturunkan oleh ayahnya yang juga pengrajin topeng. Namun Ade lebih berkembang karena tidak hanya fokus membuat topeng, melainkan membuat patung, melukis kaca, assesoris, logam dan lainnya.

Inovasi lainnya yaitu ia seorang penemu teknik membatik dengan lem, ide tersebut muncul karena bertujuan untuk memudahkan siswa dalam praktek membatik, karena membatik pada umumnya cukup sulit diterapkan di sekolah. ide tersebut ia tulis dan mendapat penghargaan dari Unpad. Di tahun 2017 ini, ia akan mengajukan hak paten.

“Saya lebih senang jika ilmunya bisa dipake masyarakat. keluarga, teman, masyarakat Cirebon bisa bangga, nggak perlu sampai ke luar negeri, minimal ide-ide kreatif orang Cirebon bisa di akui bahkan bisa sejajar dengan kota-kota yang lain.” Ucapnya.

Pria kelahiran Cirebon tersebut merupakan seniman yang diminta oleh SMP Penabur menjadi guru Seni, dan pada tahun 2010 ia diminta untuk mengajar seni rupa di SMA Penabur. Dari situlah, ia tak mau berhenti untuk terus belajar. Karena setelah lulus dari SMA Taman Siswa tahun 1984, ia sulit mendapatkan pekerjaan, untuk makan sehari-hari ia peroleh dari hasil karya seninya.

Ketika menjadi guru, ia berkesempatan karena dibiayai Jepang sehingga bisa keliling Indonesia untuk mendemokan cara membuat topeng, ia juga tergugah bahwa  ilmu yang diajarkan untuk siswanya harus mudah, dan yang penting sampai kepada siswa, dihatinya ada ketakutan karena ketinggalan dengan yang lain sehingga ia terus belajar setiap hari.

“Awalnya saya mengajar seni lukis, materi pada kurikulum 2013 diantaranya seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, seni relief, seni membuat topeng, seni membuat patung, desain komunikasi visual, desain tekstil, desain produk, akhirnya saya kuasain semua karena belajar setiap hari.” Ujarnya.

Kecintaanya terhadap seni ia geluti sejak kecil secara otodidak, baginya jiwa seni sudah melekat pada dirinya. Sudah banyak hasil tulisannya terkait materi seni rupa, ia menulis dari apa yang ia praktekkan,  karena ketika mengajar, ia bukan melihat buku tetapi selalu praktek.

“Saya berkembang dengan keadaan lebih banyak praktek,  apa yang saya praktekkan saya tulis misalnya cara membuat seni lukis, membuat sovenir, dan lain-lain, jadi tulisan itu menurut cara-cara saya” Ujarnya ketika berbincang-bincang di pawon bogana, keraton kacirbonan.

Pria yang kini memiliki 2 anak tersebut mengatakan bahwa ia hidup dari menjadi seorang seniman, dengan terus belajar dan berkreasi sampai mati. Saking cintanya, tangannya selalu kotor karena cat, panci dan blender di rumahnya pun kotor karena bekas cat, bahkan kamar mandi di rumah penuh dengan cat. Depan rumahnya ia bangun sanggar, seringkali anak-anak ikut belajar disana. Banyak pula pejabat-pejabat yang berkunjung.

“Seni bagi saya adalah kehidupan saya menikmati hidup, eksperimen adalah belajar bagi saya, Saya menikmati karya-karya saya, tapi berakibat juga kepada orang lain karena saya seorang entertain, bagaimana saya bisa menghibur orang lain dengan karya saya, dan orang lain bisa menikmati itu.” Ujarnya.

Selain pernah berkeliling Indonesia mendemokan pembuatan topeng, Ade Supriyadi juga pernah membuat workshop yang diikuti oleh pelajar di kota Cirebon, ia demokan cara membuat topeng, lukisan kaca, dan masih banyak lagi sesuai apa yang diajarkan di sekolah.

Beberapa kali ia juga pernah menjadi pembicara di seminar-seminar ekonomi kreatif, bahkan seringkali pesertanya merupakan pengusaha-pengusaha yang sudah maju tidak hanya dari Cirebon bahkan dari luar Cirebon. Kemudian dua kali menjadi pembicara di ITB, bahkan pengalaman di Jakarta ketika melukis di 100 botol selama 2 jam ia pernah lakukan.

Kebiasaannya ialah ketika pergi kemanapun misalnya jalan-jalan ke luar kota selalu membawa peralatan melukis seperti kertas gambar dan pensil, ketika ia jumpai peristiwa yang menurutnya bagus ia langsung melukisnya.

Awal mula inovasi-inovasi yang ia miliki ialah ia yakin bahwa Cirebon bisa memiliki karya yang berbeda, meskipun sederhana bisa jadi pembeda. Kemudian mencoba membuat orang menemukan ketertarikan terutama di bidang seni budaya lokal Cirebon dengan dimulai dari menggunakan bahan yang mudah dahulu.

“Ketika bahan utama maupun pembuatannya sudah susah, rata-rata orang malas untuk mempelajarinya, untuk menumbuhkan ketertarikan dan kecintaan tehada seni budaya lokal, dimulai dari bahan yang mudah dulu.” Ujar pria yang tinggal di Perumnas Cirebon itu.(Ade)

Baca Juga : Tahukah Anda? Pencipta Lambang OSIS Ternyata Berasal Dari Wilayah-3 Cirebon

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY