Mengenal Tradisi Kliwonan Masyarakat Cirebon

1009


Cirebon, Demosmagz.com – Kliwonan, mungkin masih banyak yang tidak tahu arti kata tersebut. Setiap sebulan sekali di Cirebon ada tradisi kliwonan yang jatuh pada malam jum’at. Ketika memasuki malam Jum’at kliwon beberapa tempat menjadi ramai, di Cirebon tempat yang selalu ramai yakni situs Sunan Gunung Jati dan Masjid Agung sangciptarasa yang terletak di daerah Kasepuhan. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai daerah bahkan tidak sedikit pendatang yang berasal dari luar kota rutin mengikuti tradisi Kliwonan.

Dalam tradisi Kliwonan, masyarakat yang datang melakukan kegiatan-kegiatan religius seperti berdoa, berjiarah, dan ada juga yang datang karena tradisi ini sudah menjadi tradisi rutin di keluarganya. Di Kasepuhan keramaian terjadi dari malam hingga pagi hari setelah shalat subuh, sehingga banyak sekali para pedagang yang membuka lapaknya selama 24 jam.

Tradisi yang sudah lama ini menjadi daya tarik sendiri bagi masjid Kasepuhan, sehingga banyak orang yang penasaran dengan tradisi kliwonan ini dan tidak sedikit orang dari luar datang untuk melihat tradisi kliwonan di kota Cirebon.

Kenapa tradisi kliwonan jatuh pada hari jum’at? Ternyata masyarakat menyakini bahwa hari tersebut memiliki keunggulan d bandingdingkan hari-hari yang lain. Hal tersebut berakar dari sabda nabi yang menyatakan bahwa hari jum’at adalah hari yang paling utama, sehingga masyarakat  pun percaya jika memanjatkan doa dan melakukan ibadah pada hari itu keberkahaan yang mereka dapat akan jauh lebih banyak dibandingkan di luar malam jum’at kliwon.

Jika dilihat dari sejarah, ternyata ketika kesultanan Cirebon masih di pimpin oleh sunan Gunung Jati beliau sering mengumpulkan para adipati, tumenggung, dan para menteri untuk melaporkan kondisi sosial dan politik di masing-masing daerahnya. Tradisi pelaporan ini selalu diakhiri dengan shalat jum’at berjamaah dan setiap kegiatan pelaporan para pejabat ini selalu membawa pengawal dan para kerabat sehingga menimbulkan keramaian tersendiri. Masyarakat pun berbondong-bondong mendatangi mereka yang akhirnya tradisi ini dinamakan tradisi kliwonan.

“ Saya dari rombongan Kuningan, baru pertama datang kesini, katanya sih bisa banyak dapet berkah kalo berdoa pas malam jum’at kliwon dini” Ujar salah satu pemuda kepada demosmagz ketika ditanyai alasan datang jauh-jauh dari tempat asalnya.(hari)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY