Mengenal Punthuk Setumbu, Tempat Rangga dan Cinta Nikmati Sunrise

228

2

Punthuk Setumbu, barangkali nama tempat yang satu ini belum terlalu santer didengar oleh banyak wisatawan beberapa waktu lalu. Tapi, ketika Rangga dan Cinta dalam film ‘Ada Apa Dengan Cinta 2’ mengunjungi tempat yang satu ini. Nama punthuk setumbu bisa  jadi salah satu destinasi tempat wisata ketika anda melancong ke Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya. Apa lagi, beberapa jasa biro perjalanan juga kini sudah banyak yang memasukan Punthuk Setumbu dalam list lokasi tempat wisata yang bakal dikunjungi.

Punthuk setumbu adalah sebuah bukit yang terletak di Dusun Kerahan, Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Sekitar 4 Kilo Meter dari candi yang pernah masuk sebagai tujuh keajaiban dunia Borobudur.  Dari bukit ini, kita bisa menyaksikan kemegahan candi borobudur dan gunung merapi juga merbabu.

Punthuk setumbu juga dikenal dengan sebutan Borobudur Nirwana Sunrise. Oleh karena itu, tempat ini akan sangat diminati pada pagi hari, sebab dari sini kita dapat melihat indahnya sinar matahari yang keemasan terbit diibalik kedua gunung tadi. Untuk anda yang memang ingin mengunjungi tempat Rangga dan Cinta menikmati keindahan borrobudur di pagi hari ini, anda harus datang sekitar pukul 05.00 pagi agar tidak terlewat menyaksikan keindahan matahari terbit yang berpadu dengan kemegahan Gunung Merapi dan Merbabu, selain itu anda juga dapat menikmati ke elokan candi borobudur yang terpapar sinar matahari pagi.

Untuk dapat sampai di tempat terbaik menikmati sunrise punthuk setumbu, anda harus berjalan 10 hingga 20 menit dari pos pertama atau tempat anda membeli karcis masuk. Dan, untuk menikmati kecantikan pemandangan dari punthuk setumbu anda hanya perlu mengeluarkan kocek Rp. 15.000 saja. bagaimana berminatkah?

Jika anda berkesempatan mengunjungi Punthuk setumbu, jangan lupa ambil momen terbaik dan abadikan dengan kamera atau smartphone anda, kapan lagi kan ketempat indah yang pernah jadi lokasi syuting film Indonesia paling fenomenal? (Wildan)

 

Editor : Hari

TIDAK ADA KOMENTAR