Mengasah Kemampuan Lewat Bimbel, Kenapa Tidak ?

191

Demosmagz.com – Ujian Nasional (UN) sebentar lagi akan dilaksanakan, dalam beberapa tahun ke belakang nilai UN tidak 100% menentukan kelulusan. Meskipun begitu, rasa cemas pasti ada jika tidak dipersiapkan sebaik mungkin. Beberapa pelajar di Cirebon memilih meningkatkan nilai akademik dengan mengikuti les tambahan.

Apalagi pada momen UN seperti ini, salah satu tempat les di Cirebon, yakni GO dibanjiri pelajar. Saat ini pelajar SMP lebih banyak meningkat dibandingkan dengan SMA.

“Disini ada program khusus UN, namanya detik UN, walaupun sekarang UN bukan pintu kelulusan. Tetapi pada pelajar SMP misalnya, nilai UN SMP juga digunakan sebagai salah satu seleksi masuk ke jenjang SMA. Begitupun untuk SMA nilai UN juga dapat digunakan sebagai berkas tambahan masuk ke PTN (perguruan tinggi negeri).” Ujar Doni Rahadi, S.Pd,kepala unit cabang Cirebon.

Program tersebut juga lebih menempatkan ke persiapan UN, seperti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), sehingga GO menyelenggarakan try out berbasis komputer.  Bertambahnya pelajar yang mengikuti les juga dikarenakan adanya program detik UN.

Ikut atau tidaknya mengikuti les adalah tergantung dari keinginan dan pilihan masing-masing, karena setiap orang memiliki tantangan, memiliki visi, misi dan tujuan masing-masing. Sehingga ada yang memilih mempersiapkan dirinya sebaik mungkin dengan mengikuti bimbel.

“Sebenarnya kita serahkan masing-masing apa tujuannya, mereka punya visi dan misi, juga dihadapkan dengan beberapa tantangan. Mereka punya cita-cita ke ITB atau PTN lainnya, ingin jadi dokter, insinyur, dan profesi lainnya. Kalau tidak dipersiapkan dari sekarang agar nilainya bagus maka nggak mungkin bisa masuk ke ITB atau PTN-PTN lainnya. Dengan bimbel berharap nilainya akan meningkat, dengan bimbel juga bisa mengerjakan soal dengan cepat. “ ujarnya saat ditemui demosmagz.com di kantornya.

Materi bimbel di GO tidak hanya mata pelajaran yang di UN kan saja, adapula mata pelajaran lainnya. Salah satunya TPA (tes potensi akademik), dimana materi tersebut tidak di ajarkan di sekolah. TPA biasanya digunakan untuk tes masuk perguruan tinggi atau SNMPTN. Selain itu, metode belajar yang disampaikanpun berbeda dengan sekolah.

“TPA tidak diajarkan di sekolah, tetapi tes tersebut ada pada SNMPTN, disini juga sangat beda dengan sekolah. dari segi cara penyampaian, metode belajar disini menerapkan revolusi belajar.” ucapnya.

Masih menurutnya, pelajar yang mengikuti bimbel tujuan utamanya bukan karena UN saja, tetapi lebih kepada peningkatan niai rapot. Banyak yang mengikuti bimbel dari kelas VII dan dari kelas X.

“Meskipun UN dihapus atau tidak, tempat les kita masih siap. Mereka nggak ngejer UN tetapi nilai rapot yang bagus. karena untuk masuk PTN dilihat nilai rapotnya dari kelas 10. jadi UN ada maupun tidak ada, tidak masalah, nggak berpengaruh di GO, malah lebih banyak karena mereka lebih tertarik ke program yang jangka panjang.” Ujarnya.

Menurut Nurjanah, siswa SMA Negeri 1 Cirebon mengaku senang mengikuti bimbel, bahkan sejak kelas 7 SMP ia mengikuti bimbel, beliau akui ada peningkatan nilai.

“Kalau pas SMA saya bimbel dari kelas 12 dari semester 1. Enaknya ikut bimbel tadinya nggak bisa jadi bisa, terus ketika di sekolah mengalami kesulitan bisa dibantu disini misalnya tugas, PR, dan lainnya.”  Ujarnya.(Ade)

Baca Juga :

Dari Full Day School, dan Kini Program PPK

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY