Menanti Indonesia Juara di Tengah Isu SARA, Sejarah Baru Akan Tercipta

295
Euforia Kemenangan Indonesia

Demosmagz.com – Malam tadi seluruh penjuru negeri kembali ramai, baik didunia maya sampai dunia nyata. Bukan karena isu SARA yang norak, melainkan soal sepakbola. Indonesia berhasil mengalahkan Thailand di leg pertama piala AFF 2016, di Stadiun Pakansari, Bogor, Rabu (14/16). Tim Nasional yang masih dipunggawai Boas Salossa dan kawan-kawannya tinggal selangkah lagi mencapai gelar juara yang telah dinantikan rakyat Indonesia.

Beribu pasang mata memenuhi stadium, hiruk pikuk dengan sorak sorainya yang tak terlewatkan berhasil memberikan tambahan semangat kepada para pemain yang dinahkodai oleh Alfred Riedl. Sempat tertinggal 0-1 dibabak pertama berkat gol Teerasil Dangda tidak membuat Indonesia menyerah begitu saja.

Baru pada babak kedua, berkat Gol penyama kedudukan yang dicetak oleh Rizky Pora membuat semangat  pasukan garuda kembali melejit. Gempuran – gempuran serangan para pemain Indonesia terus dilancarkan dan akhirnya pada paruh waktu babak kedua, Hansamu Pranata pemain belakang yang masih ‘belia’ tersebut berhasil membalikan kedudukan menjadi 2-1.

“Kami jadi semakin percaya diri untuk laga kedua, Kami harus tetap fokus dan tidak gegabah jika ingin menjadi juara,” Ujar Rizki Pora seperti yangdikuti dari Koran Kompas, edisi Kamis, 15 Desember 2016.

Nada optimis serupa datang dari pemain ‘blasteran’ Stefano Lilipaly, pemain yang satu ini menjadi pilar penting dalam skuad timnas, kontribusinya cukup besar dalam mengobrak ngabrik pertahanan dari Thailand. Walaupun tak mencetak gol dalam berikutnya ia yakin jika tim bermain seperti sekarang tidak menutup kemungkinan bisa menang walaupun di kandang lawan.

“Jika bermain konsisten terus seperti sekarang, bisa jadi di laga kedua nanti bisa meraih kemenangan kembali,” ujarnya meyakinkan.

Kemenangan tim nasional Indonesia dalam laga pertama Piala AFF 2016 menjadi viral, hampir semua kalangan membicarakannya. Tidak mau kalah, hampir semua media nasional maupun lokal menjadikan headline utamanya seputar kemenangan Indonesia tersebut.

Sudah saatnya memang Indonesia merah gelar juara, setelah 4 kali masuk final dan 4 kali juga sebagai runner up. Ditengah kehausan gelar ini, masyarakat di seluruh pelosok merindukan piala tersebut. Indonesia juara, maka berbagai isu apapun akan tenggelam oleh euforianya. Sepakbola merupakan alat pemersatu bangsa, ditengah isu SARA. Itulah hebatnya Sepakbola.(Epri)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY