Mbaru Niang, Rumah Adat Dari Floris Pemilik Penghargaan dari Unesco

151

Demosmagz.com – Berbicara tentang kebudayaan Indonesia tak akan ada habisnya. Kita tentu mengenal soal rumah-rumah adat yang dimiliki negeri ini. Mulai dari Joglo, rumah panggung sampai hanoi. Masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Terlebih bentuk bangunannya sangatlah unik. membuat siapapun orang asing yang pertama kali melihat, menjadi ingin mengabadikannya.

Tetapi, ada satu lagi rumah adat di Indonesia yang keunikannya tak kalah menarik dari ketiga rumah adat yang telah disebutkan diatas. Rumah adat yang satu ini memiliki bentuk yang tidak biasa. Sangat unik namun cukup Indah. Mbaru Niang namanya.

Baru dengar nama rumah adat Mbaru Niang? Rumah adat yang satu ini memang tak setenar rumah adat didaerah lain. Mbaru Niang adalah rumah adat dari Kampung bernama Wae Rebo. Sebuah kampung di pedalaman Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur.

Keunikan dan sekaligus keindahan Mbaru Niang terletak di bentuknya. Mbaru Niang berbentuk Limas atau kerucut. Rumah adat ini bisa jadi yang tersisa dari rumah adat yang pernah ada di Flores. Mbaru Niang di Wae Rebo ini hanya ada tujuh saja. Hukum adat di suku tersebut yang mengatur agar Mbaru Niang tak boleh melebihi tujuh.

Bentuk unik dari Mbaru Niang ternyata punya filosofi tersenduri. Bentuk tersebut melambangkan tentang persaudaraan yang tidak akan putus di kampung tersebut. Jika dilihat dari tujuh Mbaru Niang, ada satu Mbaru Niang yang memiliki bentuk lebih besar. Ini berfilosofi sebagai titik pusat seakan melambangkan leluhur dari para masyarakat.

Kita patut bangga dengan rumah adat yang terdapat di ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Pasalnya, rumah adat mbaru niang ini pada 2012 lalu mendapat penghargaan dari Unesco dengan kategori “Award of Excellence” yang diberikan di Bangkok Thailand. Penghargaan ini diberikan untuk proyek-proyek konservasi daalam sepuluh tahun terakhir dalam kategori bangunan yang berumur lebih dari lima puluh tahun. Saat itu, Mbaru Niang menyingkirkan 42 bangunan klasik lain dari 11 negara di Asia Pasifik.

Selain itu Masyarakat Wae Rebo memiliki semboyan hemog kuni agu kalo atau dalam bahasa Indonesia berarti jangan lupakan tanah. Seakan menunjukan jika mereka tak akan melupakan jasa-jasa para pendahulunya. Wae Rebo dan Mbaru Niang adalah kebanggan Indonesia yang harus segara mungkin terkenal di seantero dunia.(Wildan)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY