Lompat Batu, Tradisi Masyarakat yang Berasal dari Perang Daerah

236

Demosmagz.com – Lompat tinggi, Cabang olahraga ini sudah lama diperkenalkan dalam Olimpiade. Sebuah kompetisi olahraga paling bergengsi di seluruh dunia. Cabang olahraga yang masuk ke dalam ketegori atletik ini sudah menghasilkan banyak sekali atlet-atlet dunia. Bahkan banyak dari mereka yang berhasil memecahkan rekor dunia.

Tapi, cobalah ajak atlet-atlet pencetak rekor dunia atas cabang lompat tinggi itu ke Indonesia. Ke Pulau Nias tepatnya. Disana ada sebuah tradisi kebudayaan yang prosesinya sangat mirip dengan lompat tinggi. Lompat batu namanya.

Tradisi ini sudah ada sejak jaman dahulu. Barangkali tradisi lompat batu terlahir lebih dahulu ketimbang olahraga lompat tinggi. Sejarah awalnya, tradisi ini muncul saat dari kebiasaan masyarakat setempat saat perang suku di Nias. Setiap kampung yang berperang memiliki benteng-bentengnya sendiri. Jadi, ketika akan menyerang membutuhkan keahlian khusus untuk melompati benteng. Karena itulah, mereka melatih diri dengan menumpukan batu yang cukup tinggi untuk kemudian dilompati. Akan tetapi, ketika perang sudah berakhir, kebiasaan lompat batu itu terus dilanjutkan. Lama kelamaan kemudian menjadi tradisi masyarakat setempat.

Tradisi yang pernah di gambarkan pada pecahan rupiah nominal seribu ini ternyata juga memiliki filosofi. Filosofi pertama adalah nilai kehidupan. Jadi, bagi masyarakat sana tradisi ini adalah media untuk menentukan kedewasaan. Sebab, tradisi ini hanya diperuntukan bagi laki-laki yang dianggap telah dewasa. Mereka yang berhasil dalam tradisi lompat batu akan dianggap sebagai seorang yang telah dewasa. Bahkan, salah satu syarat bagi seorang laki-laki untuk dapat menikah adalah dapat berhasil melompati batu.

Selain itu, Lompat batu juga memiliki nilai budaya dan kebersamaan. Maksud nilai budaya adalah karena masyarakat Nias menganggap jika lompat batu adalah warisan nenek moyang yang harus senantiasa dilestarikan. Selain itu, Nilai kebersamaan sendiri diartikan karena saat tradisi ini dilangsungkan masyarakat akan bekumpul. Jadi, secara tidak langsung tradisi lompat batu adalah media berkumpul dan bersilaturahmi orang-orang Nias.

Prosesi lompat batu bisa dibilang cukup unik. Para pemuda berbaris menggunakan baju perang. Ketika giliranya, pemuda tersebut akan mengambil ancang-ancang lalu kemudian berlari kencang dan mengiinjakan kaki pada sebingkah batu lalu melompat setinggi-tingginya untuk dapat melewati batu besar setinggi dua meter tanpa alat bantu apapun. Peserta akan diangap gagal jika dalam melompat dirinya tak sengaja menyetuh batu tesebut. Para peserta tersebut harus mendaratkan tubuhnya dengan benar. Jika salah, resikonya cukup besar sebab peserta tak menggunakan alat pengaman. Mereka yang berhasil tentu akan bangga. Bukan hanya untuk dia sendiri, melainkan juga untuk keularganya. Sebab keberhasilan melompati batu tersebut adalah hal yang sangat prestisius bagi masyarakat Nias.

Tradisi ini patut dijaga dan kita teruskan. Sebab, lompat batu adalah tradisi yang sangat unik dan dapat menjadi daya tarik dunia terhadap Indonesia.(Wildan)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY