Lewat Ooho, Kini Air Minum Kemasan Bisa Langsung Telan

207

Demosmagz.com – Telah kita ketahui bersama sampah plastik kemasan air minum merupakan sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan, dan butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa terurai. Plastik dapat terurai antara 450 sampai 1.000 tahun dan itupun tergantung dari jenis plastiknya. Sekitar 50 miliar botol plastik digunakan setiap tahun di seluruh dunia. Sayangnya, manusia sampai saat ini masih sangat tergantung pada penggunaan plastik. Contohnya, masih banyak air minum yang dikemas dalam botol plastik.

Kabar baiknya saat ini Skipping Rocks Lab sebuah perusahaan yang belum lama beroperasi di London Inggris tengah berupaya mengurangi penggunaan satu juta botol sebagai kemasan air minum setiap tahunnya. Produk baru yang saat ini masih dalam tahap pengembangan tersebut diberi nama ooho.

Para peneliti ini berhasil menemukan water blobs (ooho), air minum yang bisa diminum langsung tanpa kemasan, Air minum yang berbentuk layaknya butiran air yang berukuran besar ini diharapkan bisa memberikan solusi akan penggunaan botol plastik kemasan yang sudah sangat berlebihan. Ooho sendiri memiliki ukuran sebesar mulut dan terbuat dari bahan ganggang atau algae. Mengingat algae termasuk dalam bahan alami, maka kemasan air yang kenyal ini bisa dikonsumsi secara langsung dan sangat mudah diurai dengan sempurna melalui proses biologi.

Desain inovatif yang ramah lingkungan ini membawa tiga desainer itu menjadi pemenang di ajang Lexus Design Award.

Skipping Rocks Lab pertama kali memasarkan produknya 2014 lalu dan laris terjual. Uang yang berhasil dikumpulkan oleh Skipping Rocks Lab pada 2014 lalu digunakan untuk membuat lebih banyak lagi produk ooho. Perusahaan melakukan pemasaran menggunakan vending machine mesin penjual produk secara otomatis tanpa operator dan bekerja sama dengan perusahaan retail. Sehingga ooho dapat tersebar ke seluruh penjuru negeri pada 2018 mendatang.

Jika Ooho sudah bisa diproduksi secara masal, maka tidak perlu lagi menggunakan botol kemasan dari plastik. Hal tersebut tentunya bisa mengurangi limbah plastik yang selama ini menjadi masalah cukup serius bagi lingkungan. Dikutip dari berbagai sumber (kahar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY