Kota Cirebon Sedang Mengkaji Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

388


Demosmagz.com – Apa yang dipikirkan sobat demagz ketika mendengar kata sampah? Barangkali yang terlintas adalah sesuatu yang jorok dan bau. Tapi, bagaimana jadinya jika sesuatu yang sudah tidak terpakai yang memiliki bau tidak sedap dan kondisi yang jorok itu dijadikan pembangkit listrik?

Hal itulah yang kini tengah dikaji oleh Pemkot Kota Cirebon, lewat Budi Rahardjo seorang staff ahli bidang pembangunan kota Cirebon menyatakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) memang tengah disiapkan untuk mengatasi masalah sampah yang dimiliki Kota Wali itu.

Sampah yang dapat menjadi tenaga listrik adalah sampah campuran dari sampah organik dan anorganik. Ada dua proses dari PLTSa ini, pertama proses biologis yang menghasilkan gas bio dengan prinsip membakar sampah yang kemudian menghasilkan panas, kemudian panas yang timbul digunakan memanaskan air, nah uap air yang muncul digunakan untuk menggerakan turbin, kemudian turbin menghasilkan listrik. Sedangkan proses kedua adalah dengan proses geothermal dengan cara mensortir sampah dari kandungan besi kemudian sampah di press hingga menjadi briket, lalu briket dibakar sehinga menjadikan panas, panas yang timbul diubah untuk menggerakan turbin, dan turbin pun menghasilkan listrik

Hanya saja, PLTSa ini masih menemui kendala, kendala yang paling utama adalah kurangnya produksi sampah yang dihasilkan oleh warga Kota Cirebon. menurut Budi, masyarakat Kota Cirebon rata-rata menghasilkan setengah kilo sampah setiap hari. Sehinga ketika diakumulasikan dengan jumlah penduduk jumlah sampah yang dihasilkan belum bisa untuk memproduksi listrik.

“Barangkali salah satu solusinya ya dengan bekerja sama dengan daerah-daerah sekitar Kota Cirebon seperti Majalengka, Indramayu, Kuningan atau yang paling memungkinkan bekerja sama dengan Kabupaten Cirebon. Cuma ya tentunya bakal ada beberapa kerjasama dari dua daerah ini, dan itu kan gak semudah membalikan telapak tangan” ungkapnya ketika ditemui Demosmagz di Balaikota.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY