Kondisi SDN Cadasngampar Berpotensi Rawan Longsor

403


Cirebon, Demosmagz.com – Salah satu sekolah dasar negeri (SDN) di kota Cirebon tepatnya jalan Kopiluhur berada dalam kondisi yang memprihatinkan, Kepala sekolah SDN Cadasngampar merasa khawatir gedung sekolah berpotensi longsor akibat Galian C Argasunya yang menuju ke arah bangunan sekolah. Apalagi ketika musim hujan, area penggalian mengalami longsor tepat dibelakang sekolah pada tahun lalu.

Jarak tempat penggalian pasir dengan sekolah sangat dekat, letaknya tepat berada dibelakang sekolah, berkisar 5 meter dari pondasi sekolah. Menurutnya, penggalian pasir tersebut jika terus dilakukan ada kemungkinan longsor dan sekolah bisa runtuh.

“Kami khawatir gara-gara galian C yang illegal, kalau tetap dilakukan oleh yang tidak bertanggung jawab kemungkinan bisa saja longsor. Kalau saya amati setiap musim hujan selalu longsor” Ucap Suratma,  Kepala Sekolah, saat ditemui siang tadi (2/09/2016).

Dua sebelumnnya guru-guru juga sering mengeluhkan karena terdengar bunyi penggalian dan ada getaran-getaran. Kemudian sudah sekitar satu tahun yang lalu pihak sekolah berkoordinasi dengan pembina wilayah, kelurahan, komite sekolah, dan kecamatan, kami mengontrol bersama-sama dan bertemu dengan pihak yang mengaku memiliki lahan tersebut.

“Sudah dua kali kami bertemu dan semacam diberi ultimatum kalau terjadi sesuatu terhadap SDN Cadasngampar mereka harus bertanggung jawab.” Ujarnya.

Dalam Kurun waktu satu tahun ini penggalian pasir ke arah bangunan sekolah sudah berhenti, namun pihaknya belum memastikan kembali.

“Penggalian menuju ke arah sekolah sudah berhenti, sudah ditanam pohon-pohon pisang, Cuma sekarang saya belum ngontrol lagi apa masih aktif menggali, mungkin menggalinya ke arah sana (bukan ke arah sekolah) karena terlihat lubang-lubang gua ke arah lain.” Ucapnya.

Posisi Sekolah yang memiliki siswa cukup banyak hingga 12 rombel (rombongan belajar) terletak  diatas dekat area penggalian pasir, menurut kepsek, area rumah yang berada didepan sekolah sebelum ada penggalian tersebut memiliki sumber air bersih, tetapi setelah ada penggalian sumber air tidak ada. Sehingga mengandalkan tadah air hujan, jika kemarau mengandalkan PDAM. Kepsek SD Cadasngampar berharap agar semua pihak peduli terhadap pendidikan bisa membantu maslah air bersih.

“Berharap agar mereka yang mencari nafkah disitu, perhatikan juga keamanan sekolah, anak-anak, diusahakan jangan sampai mengakibatkan sekolah runtuh ke depannya. Juga kepada pemerintah lebih memperhatikan lagi kelanjutannya. Dan kepada semua pihak yang peduli pendidikan supaya membantu agar sekolah memiliki sumber air bersih.” Ujarnya.

Jurang yang curam dan menyeramkan berada tepat di belakang sekolah tersebut, tidak ada batas pagar atau keamanan lainnya. Lubang-lubang galian pasir berbentuk gua besar banyak terlihat dari atas bukit tepat dilihat dari belakang sekolah SD. Truk besar seringkali masuk ke dalam gua jika gua sudah sangat dalam. Akibatnya banyak korban yang meninggal, baik penggali pasir atau sopir truk sampai mobilnya pun ikut tertimbun.

Permasalahan penggalian juga tidak hanya mengancam para pekerja, anak-anak yang bersekolah di SDN Cadasngampar juga harus menantang maut setiap harinya saat berangkat dan pulang sekolah. Khususnya bagi siswa yang tinggal di Sumur Loa, anak-anak menempuh perjalanan dengan berjalan kaki diatas jurang dikanan dan kiri jalan. Belum lagi dumtruk lewat di setiap menitnya, ada sekitar 20% siswa yang tinggal di Sumur Loa dan bersekolah di SDN Cadasngampar.

“Kasian anak-anak, jalannya jurang, apalagi musim hujan sulit dilewati, dulu pernah diaspal dan jalannya rata, lurus dan bagus ketika ada army masuk desa. Tapi saat terus di gali menjadi ngeri dan membahayakan, Sumber air juga jadi nggak ada.” Ucap kepsek.

Meskipun wilayah Sumur Loa menuju SDN Cadasngampar sekitar 300-400 meter, tetapi dirasakan ngeri oleh siswa. Seperti yang diungkapkan oleh siswa yang baru lulus tahun lalu, ia mengaku terpaksa karena jaraknya akan lebih dekat di tempuh dan banyak anak-anak yang lewat berjalan kaki disitu.

“kiri dan kanannya jurang, tapi banyak yang lewat, udah biasa jadi nggak takut. “ Ucapnya saat di tanyai tim demosmagz.

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY