Komunitas Terang Sore, Wadah Nostalgia Permainan Tradisional Anak

266

Cirebon, Demosmagz.com – Komunitas “Terang Sore” merupakan komunitas yang usianya sudah 8 tahun dan eksis di Purwokerto. Baru-baru ini hadir di Cirebon sebagai ruang pendidikan alternatif bagi anak-anak muda usia produktif dari SD hingga SMA.

Komunitas ini fokus kepada isu pendidikan, dimana anak-anak muda akan belajar di luar pelajaran yang mereka dapatkan di sekolah. seperti kelas menulis, kelas foto, kelas film, dan kelas musik.

“Kami beranggapanan hobi itu adalah sekolah yang sebenarnya, misal di SD pelajaran keterampilan seni  itu 2 jam dalam seminggu, itu sangat sedikit dan tidak bisa jadi wadah untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak. Kita coba menstimulus dengan wadah terang sore.” Ujar Nisa Rengganis.

Komunitas ini merupakan salah satu program dari rengganis institut, yang didirikan oleh alumni Unsoed. Adapun projek yang sudah dilaksanakan di Cirebon yakni mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Komunitas ini mengunjungi tiga desa yakni desa kukulu, sindang jawa, dan talun.

“Projeknya keliling ke desa-desa untuk mengenalkan permainan tradisional anak, kemarin udah keliling ke 3 desa, dan mudah-mudahan Desember punya acara festival permainan tradisional anak.” Ujar Nisa yang juga seorang dosen di Cirebon.

Beranggotakan 12 orang dengan swadaya dari masing-masing anggota untuk melancarkan projek-projeknya. Dalam waktu dekat ini, terang sore akan melaksanakan projek selanjutnya yaitu membuat dan menerbangkan layang-layang bersama.

Komunitas ini juga menerima permintaan dari suatu desa atau wilayah tertentu  yang ingin belajar bersama terang sore.

“Kami sekali datang, selanjutnya tinggal follow up, kadang tergantung request lagi butuh apa, misal lagi butuh untuk diajarkan menulis, dan lain-lain. Kita tahu dari temen-temen yang minta , atau memilih desa yang bener-bener sulit untuk bermain.” Ujarnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY