Komunitas Senja Sastra “Sentra”, Eksistensi Ruang Apresiasi Sastra

437
Aktivitas Diskusi Komunitas Senja Sastra

Demosmagz.com – Senja Sastra merupakan komunitas yang dibentuk oleh mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bahasa dan Sastra Indonesia, Unswagati Cirebon. Namun kegiatan yang dilaksanakan setiap dwi Jum’at tersebut terbuka untuk siapa saja dan dari kalangan mana saja. Pembahasannya pun seputar sastra. Tempatnya kondisional, bisa di kampus 2 Unswagati, di trotoar, di pinggir jalan, dan dimana saja.

Berawal dari kurang adanya ruang sastra, dimana masih terbatas di ruang kelas perkuliahan saja, mereka berinisiatif untuk mengadakan ruang apresiasi sastra.“Saya yakin banyak kawan-kawan yang berkompeten di dunia literasi, khususnya kesusastraan, cuma nggak ada ruang, maka teman-teman disini membentuk ruang apresiasi sastra.” Ujar Wahyudi, mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia.

Menurutnya, sastra tidak akan tuntas jika dilakukan hanya di dalam kelas, maka komunitas senja sastra atau disingkat Sentra merupakan ruang untuk mengapresiasi karya sendiri maupun karya orang lain. Tema-tema yang di ambil saat diskusi sebagai tempat untuk bertukar ide, diantaranya seputar sastra dan masyarakat, sosial, kemudian seluruh keadaan tersebut di tangkap oleh masyarakat sastra. Menurut Wahyudi, diskusi seperti ini harus terus dijaga.

“Bener apa yang diucapkan Nissa Rengganis, jika sastra tidak bersinggungan dengan orang lain, tidak duduk melingkar dengan orang itu omong kosong, Ketika sastra hanya di tulis di dalam kamar, tidak melihat kondisi sekitar, tidak berinteraksi dengan orang banyak, tidak melihat ke jalan itu omong kosong.” Ujar laki-laki yang katanya akan tetap bergabung di komunitas tersebut sampai kapanpun.

Pengambilan nama senja sastra karena kegiatannya diskusinya dilakukan di sore hari atau “senja”yakni pukul 16.00 WIB. “Diskusi di waktu senja tentang sastra”.

Dibentuk sejak 2013, sentra merupakan suatu wadah sastra bagi siapa saja. Sejauh ini, cukup banyak yang sudah berapresiasi  saat kegiatan rutin, dari kalangan dosen Unswagati, seniman, wartawan, budayawan, cerpenis, sastrawan,mahasiswa, siswa, masyarakat umum dan lain-lainnya.

Adapun rencana jangka panjangnya ialah menerbitkan buku antalogi, seperti puisi, cerpen, dan produk sastra lainnya. Karena sekarang masih tahap pengumpulan bahan. Adapun review dari hasil-hasil diskusi rutin tersebut mereka bagikan lewat sosial media.(Ade)

Baca Juga : Komunitas Sinau Art, Wadah Penyalur Seni Masyarakat Cirebon

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY