Keuntungan Fantastis dan Trend Mukena 2017

108

Demosmagz.com – Bagi umat muslim, menutup aurat merupakan suatu kewajiban. Hijab yang dikenakan wanita muslim mulai banyak beragam bentuk dan motifnya, tak lain karena mengikuti trend. Meskipun tertutup, tapi tetap bisa memiliki style unik dan enak dilihat. Balutan busana hijabers kekinian membuat para pengusaha dan pengecer berlomba-lomba ambil peran dalam mengambil peluang usaha tersebut.  Namun, peluang usaha dengan omset yang menggiurkan tersebut masih kalah pamor dengan pengusaha yang menjual mukena.

Dikutip dari BBC, Dibandingkan dengan jilbab dan pakaian muslimah, geliat bisnis mukena tidak begitu terdengar gaungnya. Lalu mengapa para pebisnis memutuskan untuk berkecimpung menjual mukena?

“karena risikonya tidak terlalu tinggi” ujar Yeni yang sejak 2006 menyewa kios di Tanah Abang, jakarta. Dipilihlah menjual pakaian sholat perempuan.

“Kalau pakaian muslim atau jilbab kan setiap bulan harus ganti model, ganti tren. Kalau mukena dari zaman dulu kayak gitu saja.” Ujarnya.

Alasan lainnya ialah permintaan mukena selalu rutin, misalnya saja ketika acara 40 hari orang meninggal, orang memborong mukena untuk dibagi-bagikan, berlaku juga di acara lain sperti acara selametan, syukuran dan lainnya.

“Soalnya kalau pakaian kan sulit menentukan ukurannya. Kalau mukena gampang, ukurannya sama semua.” Ujarnya.

Menciptakan tren menjual mukena lewat sosmed instagram juga dilakukan oleh Rina Kartina, awalnya hanya 1 karyawan menjadi 70 karyawan.  Pengikutnya pun mencapai 15 ribu.

Menurutnya, jilbab dan pakaian muslim permintaannya memang besar tetapi produsennya pun banyak.  “Jadi saya pilih bisnis yang belum banyak pemainnya, supaya bisa jadi pembuat tren.” Ujarnya yang memulai bisnis bernama Tatuis pada 2007.

Omzet yang fantastis

Permintaan yang banyak tentu saja diikuti pula dengan omzet yang tinggi. Apalagi di bulan Ramadhan, kata Yeni bisa menjual ssetidaknya sebanyak 60 kodi setiap harinya. Omset di tokonya bisa mencapai Rp 200 juta per hari.

Di grosirnya, ia menjual tiga tipe harga mukena : mulai dari yang murah (abutai), mahal (sutera Padang) dan menengah, yaitu yang berbahan katun Paris. Sebanyak 50% yang terjual yaitu dengan tipe harga menegah berkisar Rp 200 ribu perbuahnya.

Senada dengan Yeni, Rina yang juga menjual mukena pun mengaku ketika bulan Ramadhan penjualannya bisa meningkat dua kali lipat menjadi 20.000. Omzetnya pun fantastis, bisa lebih dari Rp 1 milia perbulan. Bisnis mukena tersebut pun ia kembangkan hingga ke London dan negara di Eropa lainnya.

Trend mukena 2017

Mukena penuh bordir dan renda dengan variasi warna akan menjadi favorit perempuan muslim di tahun ini. Warna kebanyakan mukena yaitu putih sudah banyak dimiliki, sehingga permintaan akan warna lain lebih diminati seperti  sutera ungu, merah jambu atau biru. Selain itu, warna-warna natural dan mukena panjang menjadi trend ramadhan tahun ini.

(Ade)

 

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY