Kesehatan Akan Terganggu Jika Sering Masturbasi

320


Kesehatan, Demosmagz.com Mungkin anda adalah orang yang pernah melakukan aktivitas masturbasi,  ternyata masturbasi merupakan aktivitas seksual yang paling sering dilakukan di dunia ini. Sebuah studi menunjukkan bahwa sekitar 89 persen wanita dan 95 persen pria pernah melakukannya.

Apakah hal yang normal melakukan masturbasi? Dahulu masturbasi sempat disebut sebagai tanda ketidaksehatan mental. Namun kini masturbasi dipahami sebagai pilihan personal dan tergolong aktivitas normal. Masturbasi membantu Anda memahami apa yang Anda sukai dan apa yang tidak. Pria yang melakukan masturbasi dapat melatih kontrol orgasme mereka. Sementara wanita dapat mengetahui bagaimana cara mencapai orgasme.

Pada pengidap gangguan, seperti disfungsi seksual pada orang dewasa, masturbasi bisa direkomendasikan oleh terapis sebagai cara merasakan pengalaman orgasme bagi pasien wanita atau menunda klimaks pada pasien pria. Meski demikian, tentu saja manfaat kesehatan dari hubungan seksual dengan pasangan jauh lebih baik dari masturbasi.

Apakah masturbasi berdampak bagi si pelaku ? Akibat sering mengeluarkan mani akan berbeda pada masing-masing individu. Dari beragam dampak buruk terlalu sering mengeluarkan air mani berikut adalah beberapa hal yang paling sering di alami oleh kebanyakan pelakunya :

Impotensi

Impotensi merupakan gangguan yang sangat berbahaya apabila terlalu sering melakukan masturbasi. Gangguan pada saraf parasimpatik bisa sangat mempengaruhi kemampuan otak dalam merespons rangsang seksual. Akibat dari hal tersebut adalah melemahnya kemampuan ereksi, bahkan jika terlalu parah bisa mengakibatkan terjadinya serangan impotensi.

Kebocoran katup air mani

Kerusakan saraf selain mempengaruhi kualitas ereksi ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada katup saluran keluar masuknya air mani. Kerusakan pada katup tersebut akan menyebabkan mani kadang keluar walaupun penis tidak dalam keadaan ereksi.

Kebotakan

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan mengakibatkan gangguan hormon yang dapat mengganggu pertumbuhan rambut. Bahkan jika dibiarkan berlarut-larut maka akan mengakibatkan kebotakan.

Nyeri punggung dan selangkangan

Kontraksi otot pada saat mengalami orgasme bisa menyebabkan nyeri otot, terutama di area punggung dan selangkangan.

Rasa letih sepanjang hari

Jika seorang pria mengalami orgasme maka semua otot dalam tubuhnya akan mengalami kontraksi sehingga akan mengakibatkan terkurasnya sebagian besar stamina pria tersebut, jika orgasme dialami secara berulang maka kemungkinan besar pria tersebut akan mengalami kelelahan sepanjang hari serta mengantuk yang hampir tak terkira. Demikian pula jika terlalu banyak melakukan masturbasi maka pria akan memaksa dirinya untuk terus melakukan kontraksi pada otot-otot di seluruh tubuhnya.

Ejakulasi dini

Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan menderita ejakulasi dini karena otot sudah dilatih untuk menerima rangsangan yang sangat minim dengan respon yang maksimal. Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

Rasa bersalah

Masturbasi yang dilakukan akan berdampak negatif pada kondisi psikologis, hal tersebut terjadi karena terjadi benturan antara kesenangan serta norma moral dan agama. Maka timbullah rasa bersalah yang sangat setelah melakukan masturbasi. Apalagi bila hal tersebut terlalu sering dilakukan.

Masturbasi kronis

Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga. Jika gaya hidup cenderung normal, namun memiliki kebiasaan masturbasi sebaiknya kurangi aktivitas seksual itu untuk mengurangi keluhan. Jika keluhan tak kunjung reda,  hubungi dokter untuk pemeriksaan medis.

Masturbasi kompulsif

Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian  pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya. Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.

Varikokel

Terlalu banyak mengeluarkan sperma(masturbasi/onani) pada pria juga ternyata dapat berakibat sangat fatal, yakni dapat mengakibatkan terjadinya gangguan varikokel yaitu seperti varises, namun varikokel terjadi di bagian alat kelamin pria. Varikokel dapat terjadi jika terlalu ekstrim dalam melakukan onani yakni dengan menjepit alat kelamin pria, hal ini dapat memicu terjadinya varikokel. Maka dari itu diharapkan para kaum pria terutama remaja untuk sangat berhati-hati dalam mencari kepuasan untuk diri sendiri. Jangan melakukannya dengan terlalu ekstrim.

Jadi dampak negatif onani lebih ke psikis dari pada fisik. Sehingga disarankan jangan terlalu sering onani. Biasakan jangan sering di dalam kamar, atau mengurung diri. Banyak aktifitas, seperti olahraga, bermusik, berkumpul dengan teman teman seprofesi dan lain-lain.

Kalau bisa, diimbangi dengan olahraga dan makan bergizi. Pikiran sehat dan aktifitas bisa mengurangi onani. Dan walaupun hormon harus dikeluarkan, paling tidak kondisi badan masih fit, sehingga tidak mengganggu rutinitas keseharian anda. Tulisan ini di kutip dari berbagai sumber. (kahar).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY