Kenali Resiko Asupan Selain ASI Pada Bayi Usia Dini

196


Demosmagz.com – Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan yang diberikan pada bayi sebagai pendamping dari ASI sebagai asupan utama sang bayi. selalu ada pro kontra di masyarakat mengenai kapan waktu yang tepat memberikan MP-ASI kepada bayi. Sebagian masyarakat berpendapat usia 4 bulan sudah boleh makan makanan diluar ASI, biasanya itu menjadi perdebatan didalam keluarga. disatu sisi memperbolehkan MP-ASI usia sebelum 6 bulan di sisi lain berpendapat MP-ASI hanya boleh diberikan kepada sang bayi ketika memasuki usia 6 bulan. Menurut comittee on medical aspect of food policy (COMA)di Inggris,pemberian MP-ASI sebelum 6 bulan kepada bayi dinilai terlalu dini. berikut akibat yang mungkin timbul jika MP-ASI diberikan terlalu dini kepada bayi :

  1. Tersedak

Bagi bayi usia dini (sebelum 6 bulan) tersedak makanan selain asi,yang bertekstur lembut sekali pun merupakan kejadian menyulitkan. sebelum usia 6 bulan, perkembangan dan koordinasi otot saraf (neuromuscullar) bayi belum sempurna. Ia masih dalam tahap belajar mengendalikan koordinasi gerak daerah kepala dan leher.  pada saat ini, kegiatan menelan-yakni mendorong makanan dari mulut ke dalam kerongkongan-sungguh bukan pekerjaan mudah, karena melibatkan koordinasi saraf berbeda dengan kegiatannya minum asi selama ini.

  1. Batuk

Hasil penelitian di Skotlandia menyimpulkan adanya hubungan antara pemberiaan MP-ASI pada usia 4 bulan dengan kejadian batuk terus-menerus pada bayi. hal ini diduga berkaitan dengan sifat alami ASI sebagai pembentuk basa (Alkaline Forming) dan sifat umumnya MP-ASI kecuali jus buah sebagai pembentuk asam (acid Forming). Makanan pembentuk asam meningkatkan pembentukan mucus berupa lendir dan dahak.

  1. Alergi

pemberian MP-ASI terlalu dini ternyata juga bertalian dengan risiko tinggi alergi. Apalagi jika ada riwayat alergi dalam keluarga, misalnya asma,eksem,alergi kedelai,kacang tanah, dan seliak(gluten). Sama seperti dahak pada batuk terus menerus, alergi berhubungan erat dengan keasaman darah dan jaringan bayi. asupan dini MP-ASI segera meningkatkan keasaman darah dan jaringan bayi, tanpa mampu diantisipasi oleh tubuh bayi usia dini. akibat keasaman tinggi, sistem metabolisme tidak dapat bekerja dengan baik sehingga fungsi kekebalan tubuh terganggu.

  1. Sistem Pecernaan Terganggu, Bahkan Rusak.

Sistem cerna bayi, termasuk kebutuhan  enzim yang diperlukan untuk mencerna makanan sedang berkembang sepanjang usia 0-6 bulan. Memberikan MP-ASI kepada bayi sebelum ia berusia 6 bulan memberatkan fungsi ginjal bayi yang belum berkembang sempurna. Ginjal kewalahan mengurai sisa metabolisme yang dihasilkan dari MP-ASI. jika hal ini terjadi terus- menerus maka keausan sistem cerna bayi akan terjadi lebih cepat. Salah satu gejalanya adalah munculnya hipertensi pada usia lebih muda.

  1. Kegemukan

pemberian MP-ASI turut berperan dalam menjadikan bayi mengalami kegemukan, sistem cerna bayi yang belum siap menerima makanan selain ASI mengakibatkan ketidakefektifan pencernaan makanan sumber kalori, sehingga sebagian tersimpan sebagai timbunan lemak. Kegemukan juga diperparah oleh tingginya kandungan sampah metabolisme dalam tubuh bayi. Akibat makanan yang tidak dapat dicerna dengan baik, hal tersebut dideteksi sebagai zat toksin. Timbunan zat toksin akan merangsang tubuh bayi menggerakan fungsi alaminya. yakni membentuk lemak untuk mengikat zat toksin agar tidak menggangu sistem metabolisme. nah, jadilah timbunan lemak terbentuk berlipat ganda-berasal dari lemak hasil samping pencernaan sumber kalori yang kurang efektif dan pembentukan lemak tubuh untuk mengantisipasi zat toksin, akibatnya kegemukan bayi sulit terelakan. Penelitian menemukan bukti adanya hubungan kuat antara pemberian MP-ASI terlalu dini dengan meningkatnya resiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker pada usia dewasa.(Rangga)

Baca Juga : Manfaat ASI Ekslusif “ASI Adalah Anugrah Ilahi Yang Menjadi Hak Bayi”

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY