Kenali Penyebab Asma dan Cara Mengatasinya

254


Kesehatan, Demosmagz.com Dari dulu, sejak munculnya ilmu kesehatan, penyakit asma telah dikenal orang. Istilah asma digunakan pertama kali lebih dari 2000 tahun yang lalu oleh Hipocrates, dia seorang dokter Yunani yang dianggap sebagai bapak kesehatan. Asma berasal dari bahasa Yunani yang berarti terengah-engah. Penyakit ini diketahui dapat menyerang semua kalangan. Dapat dikatakan penyakit ini tidak pandang bulu pada orang yang diserngnya.

Asma merupakan jenis penyakit penyempitan paru-paru yang sifatnya reversibel (kadang-kadang menyerang dan kadang-kadang sehat). Asma juga merupakan jenis penyakit saluran pernapasan hiperaktif menahun disertai dengan episode bronkhokonstriksi (penyempitan saluran pernapasan). Penyakit ini ditandai dengan adanya kepekaan yang luar biasa dari bronkhus (saluran napas) terhadap banyak jenis rangsangan. Asma juga merupakan gejala klinik yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan jalan napas yang bervariasi.

Ini adalah garis besar definisi tentang asma. Definisi tersebut tidak hanya melibatkan satu kelompok penderita asma, tetapi mewakili beberapa kelompok yang kesemuanya mempunyai karakteristik berbeda. Secara keseluruhan, ada tiga kelompok utama asma sebagai berikut;

  1. kelompok penderita yang berumur muda. Kelompok ini terdiri dari anak-anak penderita napas berbunyi akut. Keadaan ini paling umum terjadi pada anak-nak berusia antara 4 – 8 tahun. Asma ini biasanya cenderung hilang pada waktu mereka menginjak usia remaja.
  2. Kelompok penderita asma yang sesungguhnya. Para penderita ini dapat terkena asma pada usia berapa pun dan dapat menetap atau hilang setiap saat.
  3. Kelompok penderita yang berusia lanjut, penderita bronkhitis kronis, dan penderita yang mengalami napas berbunyi akut dari waktu ke waktu.

Berdasarkan penyebabnya, penyakit asma dapat dibedakan menjadi 2 kelompok. Pertama adalah asma sebagai penyakit paru-paru dan kedua adalah asma sebagai penyakit alergi.

Untuk mengobati asma saat kambuh dapat digunakan berbagai jenis obat, yaitu bronkhodilator, antihistamin, kortikosteroid, antibiotik, dan ekspektoransia. Sedangkan diluar serangan menggunakan obat Disodium chromoglycate (DSCG) dan Ketotifen.

Pengobatan alternatif sangat berpengaruh pada penanganan penyakit asma, terutama dalam hal mencegah serangan.. untuk mengatasi penyakit asmadikenal beberapa pengobatan alternatif yaitu; akupunktur (tusuk jarum), Hipnoterapi, Yoga, Aromaterapi, Terapi pemijatan, Radionik, Homoeopati, Gurah, dan Pengobatan dengan tanaman (Herbal) seperti dikutip rumah tradisional untuk penderita asma  Dra. Sri Mulyani,Apt. SU, Drs. Didik Gunawan, Apt. SU. (kahar)

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY