Kenali Gejala dan Bahaya Penyakit IMS

354


Demosmagz.com – Penyakit kelamin seringkali menjadi momok mengerikan bagi setiap orang. Biasanya dikenal dengan IMS (Infeksi Menular Seksual), lebih luas lagi gejala penyakit ini tidak hanya pada kelamin saja. Tanda-tandanya juga bisa menjalar atau memberikan efek negatif pada alat penglihatan, mulut, saluran pencernaan, hati,otak dan bagian tubuh lainnya.

Berikut bahaya dari IMS antara lain bisa menjadi sakit-sakitan, mandul, bisa merusak penglihatan, otak dan hati, bisa ditularkan pada bayi, rentan tertular HIV hingga berujung pada kematian. Kemudian jenis-jenis dari IMS antara lain kencing nanah, klamidia, herpes kelamin, sifilis, jengger ayam, hepatitis, HIV/AIDS. IMS dialami oleh orang yang sudah berhubungan seks meskipun baru sekali, ketika muncul gejala seperti keluarnya nanah dari kelamin atau anus, nyeri atau panas ketika kencing, terdapat benjolan, bintik, luka pada area kelamin, pembengkakan pada paha, dan nyeri pada perut bawah wanita. Maka gejala tesebut memiliki kemungkinan terkena IMS, namun sebaiknya segeralah periksakan ke dokter untuk memastikan lalu mengobatinya karena jika dibiarkan dapat menjalar ke bagian tubuh yang lainnya.

Cara penularan IMS dikarenakan telah berhubungan seks dengan penderita tanpa menggunakan kondom. Ada yang lebih mengejutkan lagi, yakni baik perempuan ataupun laki-laki yang rajin memangkas semua rambut kemaluan, mereka memiliki risiko yang lebih besar dari IMS. Temuan ini berasal dari survei dari 7.500 orang dewasa di Amerika, diterbitkan dalam Sexually Transmitter Infections – spesialis BMJ jurnal.

Dalam survei itu, semua jenis perawatan area kelamin dikaitkan dengan peningkatan risiko memiliki IMS. Apalagi jika perawatan yang ekstrim, maka lebih besar resikonya. Terutama infeksi dari kontak kulit ke kulit seperti herpes. Kemudian penjelasan dari laporan yang dipimpin oleh dokter dari University of California, San Francisco, mengatakan hubungan antara perawatan (mencukur rambut kelamin) dan IMS adalah karena adanya mikro air mata di kulit yang dapat meningkatkan risiko IMS apalagi terlibat dengan perilaku seksual dengan seorang yang memiliki penyakit kelamin.

Namun kabar baiknya adalah kebiasaan yang mereka lakukan (mencukur rambut kelamin) dapat melindungi dari kutu kelamin. Sehingga jika bertujuan untuk menghilangkan kutu kelamin maka disarankan untuk mencukurnya. Meskipun mencukur rambut kemaluan memiliki risiko lebih dari IMS, peneliti mengatakan hal demikian bukan disebabkan karena alat-alat perawatan yang digunakan seperti pisau cukur listrik, gunting, dan alat lainnya.

Penyakit IMS, dapat di cegah dan diobati namun harus sesegera mungkin. Pencegahannya tersebut misalnya jangan berganti-ganti pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seks, jangan melakukan hubungan seks ketika pengobatan IMS dan beritahu pasangan anda jika memiliki penyakit IMS karena untuk mengurangi penyebaran IMS.

Adapun pencegahan lainnya ialah mencegah masuknya transfusi darah tambahan yang belum diperiksa kebersihannya dari IMS, berhati-hati dalam menangani segala hal yang tercemar oleh darah segar, mencegah pemakaian alat-alat tembus kulis yang tidak steril. Misalnya jarum suntik, alat tato, alat tindik atau sejenisnya bekas dipakai orang lain.(Ade)

Baca Juga :

Hubungan Seksual Sehat Dapat Perpanjang Usia

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY