Kenali Faktor-Faktor Penyebab Autism Pada Anak

137

Demosmagz.com – Autism yang diderita oleh seseorang biasanya tanpa ada penyebabnya dan merupakan jumlah yang paling banyak dialami oleh penderitanya berkisar sekitar 90%. Sedangkan 10% lainnya disebabkan karena adanya faktor turunan dari adanya penyakit tertentu yang diderita oleh seseorang sehingga menyebabkan autism.

Penyebab dari penyakit autism ini sendiri belum bisa diketahui dengan pasti namun memang ada beberapa faktor yang bisa membuat resiko orang terkena gangguan autism seperti faktor lingkungan dan genetika. Ada beberapa isu penyebab autism yang saat ini telah berkembang di dalam masyarakat namun ternyata itu bukanlah sebagai penyebab diantaranya adalah senyawa thiomersal yang di dalamnya mengandung zat merkuri, dimana salah satunya dapat ditemukan di dalam bahan pengawet vaksin. Oleh karena itu, ada beberapa ibu yang enggan memberikan vaksin kepada bayinya karena hal tersebut, padahal isu tersebut tidak benar. Vaksin yang diisukan mengandung zat tersebut diantaranya adalah vaksin campak, gondong dan MMR atau rubella.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang beresiko mampu menyebabkan penyakit autis :

  • Faktor Keturunan

Terdapat beberapa jenis gen tertentu yang diyakini akan menambah resiko tinggi anak terkena autism. Hal ini dikarenakan gen tersebut mengalami mutasi dan berkembang tidak sebagaimana mestinya. Jika dua generasi sudah mengalami penyakit autisme maka, kemungkinan generasi selanjutnya juga akan mengalami resiko tinggi terkena autism. Selain itu, jika ada anak kembar dan salah satunya mengalami autism maka saudara yang satunya lagi kemungkinan juga akan mengalami autism.

  • Faktor Kelahiran dan Masa Kandungan

Anak di dalam kandungan ibu mungkin saja terpapar oleh zat-zat tertentu yang dibawa oleh asupan makanan yang dikonsumsi oleh ibu. Namun penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa anak yang mengalami resiko tinggi terkena autis ini akan mengalami autism jika memang dipicu oleh penyebab tertentu seperti dengan kelahiran prematur dan konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu selama anak masih di dalam kandungan. Oleh karena itu, bagi para ibu yang sedang hamil sebaiknya untuk tidak mengkonsumsi alkohol dan obat tertentu yang tidak mendapatkan pengawasan dari dokter karena kemungkinan akan sangat berbahaya sang anak sendiri.

  • Faktor Neurologis

Para ilmuwan telah melakukan penelitian dan ternyata pada penyandang autism juga memilki gangguan spesifik pada perkembangan saraf otak dan sel motorik. Jadi, saraf yang ada di dalam otak ini memiliki kekacauan sehingga tidak bisa berkembang dengan baik. Sel di dalam otak bisa saja berbentuk terlalu kasar atau terlalu halus. Karena hal inilah membuat koneksi kacau sehingga anak yang mengidap autism akan bereaksi berlebihan pada hal yang sepele saja.

Mungkin inilah yang membuat anak autism lebih suka pada kegiatan yang berulang dan rutin soalnya kalau terjadi perubahan sedikitpun pada kebiasaan yang dilakukan maka akan membuat respon yang berlebihan pada anak autis.

  • Faktor Psikologis

Belakangan ini sudah dilakukan sebuah penelitian yaitu theory of mind yang memungkinkan terjadinya autism pada anak dikarenakan adanya perbedaan pola pikir. Hal ini membuat adanya kemungkinan bahwa ada pengaruh dari faktor psikologis dengan gangguan autism. Teori ini mempelajari faktor yang mempelajari psikologis manusia dan menyadari bahwa setiap individu memiliki keinginan, emosi, hasrat dan keyakinan yang berbeda-beda sehingga sangat mungkin terjadi perbedaan kontrol emosi pada masing-masing individu.

Jadi, memang seharusnya anak yang berusia 4 tahun misalnya, harus memiliki pola pikir pada tahap tertentu namun ada beberapa anak yang tidak bisa memahami apa yang seharusnya sudah berada di tahapnya. Hal inilah yang membuat adanya perbedaan psikologis pada anak penderita autism.

  • Faktor Usia Ibu

Menurut beberapa penelitian menemukan hasil yang cukup mengejutkan bahwa resiko anak akan mengidap autism akan semakin tinggi jika sang ibu mengandung pada usia yang cukup tua, seperti hamil diatas 35 tahun. Jadi untuk para wanita sebaiknya hamil pada usia yang masih produktif saja ya. Sumber http://hamil.co.id. (kahar)

Racun VX Nerve Senjata Pemusnah Masal Yang Membunuh Kakak Tiri Pemimpin Korea Utara

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY