Kebiasaan Kesehatan Di Masyarakat Ini Ternyata Hanya Mitos

195


Kesehatan Demosmagz.com Mitos adalah catatan peristiwa bersejarah yang dilebih-lebihkan dan di ceritakan secara terus-menerus sehingga masyarakat mempercayai kebenarannya. Masyarakat indonesia masih banyak yang mempercayai beberapa mitos di dalam dunia kesehatan, banyak sekali mitos kesehatan yang sampai saat ini masyarakat mempercayainya walau pun saat ini faktanya masah belum terbukti. Nah kira-kira apa saja ya mitos-mitos kesehatan yang masih dipercayai di Indonesia?

Mitosnya : Jika Seseorang Terkena Demam Maka dia Tidak Boleh Mandi

Mungkin sobat pernah merasakanya, Ternyata saat demam sebenarnya tidak masalah jika kita mandi karena hal tesebut dapat menurunkan suhu tubuh yang sedang meningkat. Akan tetapi jika demam yang dialami dibarengi dengan rasa menggigil maka disarankan untuk mandi menggunakan air hangat atau juga dapat dikompres dengan air hangat.

Mitosnya : Mandi di Malam Hari dapat Menyebabkan Rematik

Pasti sobat memilih tidak mandi malam karna takut rematik, sebenarnya Mandi dimalam hari tidak akan membuat kita terkena sakit rematik. Apalagi kalau tubuh kita sedang dalam kondisi yang sehat maka mandi di malam hari tidak akan membuat tubuh kita terkena rematik. Namun jika memang anda adalah penderita rematik maka mandilah menggunakan air hangat.

Mitosnya : Mengenakan Pakaian atau Selimut Tebal Saat Sedang Demam

barangkali kita juga pernah melakukan hal serupa, tetapi sebenarnya Pakaian maupun selimut yang tebal akan dapat menaikan suhu tubuh. Suhu yang sangat tinggi (hingga 39 drajat lebih) sangat beresiko membuat anak-anak kejang-kejang loh. Untuk itu walaupun sedang demam disarankan untuk mengenakan pakaian tipis meskipun tubuh terasa dingin.

Mitosnya : Masuk Angin Harus Dikerok

Hayo, sapa dari kalian yang suka kerokan saat masuk angin. Ini loh faktanya, Saat dikerok dan tubuh menjadi merah sebenarnya bukanlah pertanda angin keluar maupun pertanda kalau kita sedang masuk angin. Kulit yang dikerok bisa berubah menjadi merah dikarenakan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada di kulit. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, akan tetapi karena sudah ada rasa sakit atau pegal otot, maka dengan rangsangan sakit yang baru akan menimbulkan rasa seolah-olah rasa sakit berkurang dan tidak dirasakan lagi.

Mitosnya : Penderita Cacar Maupun Campak Tidak Boleh Mandi

Ini loh yang Sebenarnya mitos maupun kepercayaan tersebut sangat bertentangan dengan prinsip medis, dimana pada penderita penyakit cacar air atau campak dengan kelainan pada kulit yang menyeluruh, justru harus menjaga kebersihan kulit dengan mandi lebih sering agar perluasan penyakit dapat dicegah selain menggunakan pengobatan.

Nah mulai sekarang jangan mudah percaya dengan hal yang belum tentu kebenaranya dan belum terbukti faktanya, apa sobat demagz masih mau percaya setelah membaca artikel ini. semoga artikel ini bisa bermanfaat kawan. Artikel ini di kutip dari berbagai sumber. (kahar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY