Jaga Moral Lewat Warisan Isun Titip Tajug Lan Fakir Miskin

309

Sunan-Gunung-Jati

Kota Cirebon dikenal sebagai kota wali, hal demikian karena penyebaran agama islam oleh sunan Gunung Jati, dan merupakan salah satu wali songo. Berkembangnya kota Cirebon tidak lepas dari ajaran-ajaran islam yang disampaikan sunan Gunung Jati. Bahkan hingga sekarang, peninggalan dari Syarif Hidayatullah (nama asli sunan Gunung Jati) menjadi bukti sejarah perkembangan islam di Cirebon, Salah satunya, masjid agung Sang Cipta Rasa.

Selain beberapa bukti fisik yang terlihat oleh mata, ada pula warisan nilai yang tetap dipegang teguh oleh pewarisnya dan perlu dijalankan oleh semua manusia. Sebelum meninggal, beliau berpesan “isun titip tajug lan fakir miskin” (saya titip musolah/masjid dan fakir miskin). Setelah diterjemahkan oleh keturunan sunan Gunung Jati, ternyata warisan tersebut harus ditujukan kepada semua umat karena didalam Al-Quran terdapat perintah Allah yakni Hablumminallah dan Hablumminannas.

Jika ditelisik lebih dalam, hablumminallah adalah hubungan manusia dengan Allah. Makna isun titip tajug ialah manusia senantiasa tetap berhubungan dengan Allah. Ketika zaman dahulu nabi muhammad saw mendirikan tajug, selain untuk beribadah, juga sebagai tempat bermusyawarah dan pusat pendidikan. Tajug dipakai sebagai tempat yang berkaitan dengan seluruh kegiatan-kegiatan kemanusiaan. Mulai dari pendidikan, zakat, menikah, dan kegiatan lainnya.

Akan tetapi, tajug bukan hanya bentuk bangunan fisik, tajug disini diartikan yakni ajaran-ajaran islam yang harus dilaksanakan kewajibannya seperti sholat, puasa serta perintah dan larangan lainnya. Jadi yang dititpkan bukanlah bentuk fisik (tajug) saja melainkan yang terpenting adalah ajaran-ajaran islam untuk membentuk moral manusia. Karena pintar saja tidak cukup, pintar tetapi membunuh, pintar tetapi mencuri, dan sebagainya bukanlah ajaran islam. Isun titip tajug bermakna tetap melaksanakan ajaran-ajaran islam yakni karena untuk menjaga hubungan dengan Allah (hablumminallah).

Makna lan fakir miskin selaras dengan hablumminannas yakni menjaga hubungan baik dengan manusia. Dalam warisan sunan Gunung jati menitikberatkan kepada manusia yang fakir miskin, bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam hal ini, bukan berarti miskin materi (uang) saja, adapula miskin ilmu yang perlu dituntaskan.
Warisan tersebut jangan sampai disalahartikan, warisan tersebut harus dilestarikan, dimantapkan dan diterapkan oleh semua umat. Karena makna isun titip tajug lan fakir miskin merupakan ajaran-ajaran islam yang harus dipelajari sebagai pedoman kehidupan agar terbentuknya manusia yang bermoral dan berakhlak baik.

Sumber : H. Tossin Sunardi (keturunan ke-15 Sunan Gunung Jati)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY