Inilah Bahaya Menghisap Rokok Elektrik

217
ilustrasi

Demosmagz.com – Saat ini telah berkembang rokok elektrik atau yang biasa disebut Vape di kalangan masyarakat. Label aman yang disematkan pada penggunaan vaping atau rokok elektronik dibandingkan rokok konvensional membuat pengguna vaping merasa lebih bebas dan makin banyak penggunanya hingga menjadi gaya hidup bagi penggunanya namun benarkah rokok ini memiliki resiko yang lebih berbahaya?.

Vape atau rokok elektrik adalah salah satu jenis dari penghantar nikotin elektronik. Rokok elektrik dirancang untuk membantu pecandu rokok tembakau mulai berhenti merokok. Dengan beralih dari rokok tembakau ke rokok elektrik, secara perlahan mereka belajar untuk berhenti merokok.

Namun hingga kini penggunaan rokok elektrik masih menjadi pro dan kontra di kalangan para pakar dan peneliti. Penelitian menunjukkan 60% orang yang ingin berhenti merokok diprediksi akan melancarkan upayanya jika mereka beralih menggunakan rokok elektrik. Namun penelitian lain menunjukkan rokok elektrik tidak mampu menolong perokok mengatasi kecanduan merokok jika penelitian dilakukan terhadap kelompok perokok secara umum.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM), rokok elektrik mengandung nikotin cair dan bahan pelarut propilen glikol, dieter glikol, dan gliserin. Jika semua bahan itu dipanaskan akan menghasilkan senyawa nitrosamine. Senyawa tersebut dapat menyebabkan kanker. Beberapa penelitian menemukan bahwa rokok elektrik dapat memicu inflamasi dalam tubuh, infeksi paru-paru dan meningkatkan risiko asma, stroke serta penyakit jantung.

Oleh sebab itu sebaiknya anda mengurangi merokok, baik itu rokok tembakau ataupun rokok elektrik. Sayangi tubuh anda dengan melakukan perubahan gaya hidup menjadi gaya hidup sehat dengan tidak merokok. di kutip dari www.alodokter.com, (kahar)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY