Inilah Asal Muasal Gapura Merah,Pintu Pagar Khas Cirebon

1080


Cirebon, Demosmagz.com – Gapura merah menjadi salah satu yang khas di Cirebon. Tak heran jika kita sering menjumpai gapura merah di sekitar kota, meskipun terkesan kuno karena merupakan bangunan lama tetapi menarik dan terlihat memiliki pesona tersendiri.

Gapura tersebut pertama kali dibangun oleh keluarga ratu kertasari, Pakungwati, dan dibuat oleh seorang arsitek dari Majapahit. Gaya gapura ini mirip bangunan yang ada di kerjaan Majapahit. Meskipun begitu, gapura ini banyak dipengaruhi unsur jawa, unsur cina, dan unsur lokalnya.

“Gapura pertama kali dibangun oleh Raden Cepak, seorang arsitek dari Majapahit, gaya pura mirip majapahit tapi ada warna lokal, warna cina dan tambahan-tambahan lainnya.” Ujar Rafan S. Hasyim, seorang filolog .

Gapura ini terbuat dari batu bata kuno atau teracota, tera yang berarti lantai karena dahulu lantai terbuat dari ambar, dan cota yang berarti merah. Gaya pura ini memang dibawa dari Malang Majapahit yaitu mirip dengan candi bentar.

“Awalnya candi bentar itu nggak punya pagar, terus nggak ada pintunya. Kalau yang ada pintunya, kemudian ada atap genteng dinamakan regol, kalau yang ada penjaganya dinamakan panduraksa.” Ujarnya.

Gapura ini banyak dipakai oleh instansi-instansi pemerintahan, keraton, masjid, dan tempat wisata bersejarah seperti gua sunyaragi. Ada yang menggunakan pagar dan pintu, adapula bentuk candi bentar yang diberi pagar untuk mengelilingi bangunan, dan  adapula yang murni seperti candi bentar, tanpa pagar, pintu, dan atap. Pembuatannya dengan sistem kosot dan tidak memakai semen, batu bata ditumbuk bersama kapur dan pasir kemudian dibentuk.(ade)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY